RAPBD PBD 2026 Diproyeksikan 1 T Lebih, Turun Hingga 44.5% Dibanding 2025

Pemprov PBD Proyeksi APBD 206 1 T Lebih
Gubernur Elisa Kambu saat menyerahkan dokumen RAPBD induk tahun anggaran 2026 kepada Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim dalam rapat paripurna di Ballroom Rilych Panorama Hotel Kampung Baru, Kota Sorong, Senin (10/11/2025) / Foto : KENN

 

Koreri.com, Sorong – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya (PBD) mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2026.

Dimulainya pembahasan RAPBD induk tahun 2026 ini setelah Gubenernur Elisa Kambu menyerahkan nota keuangan kepada Ketua DPRP PBD Ortis Sagrim dalam rapat paripurna Dewan setempat.

Paripurna masa sidang III tahun 2025 yang dipimpin Ketua DPRP PBD Ortis Fernando Sagrim didampingi Wakil Ketua I Anneke Lieke Makatuuk dan Wakil Ketua II Fredrik Frans A. Marlisa dengan agenda penyampaian Nota Keuangan APBD tahun anggaran 2026 berlangsung di Ballroom Rylich Panorama Hotel Kampung baru, Kota Sorong, Senin (10/11/2025).

Dalam pidato pengantar nota keuangan, Gubernur Elisa Kambu menjelaskan postur anggaran secara umum RAPBD PBD tahun anggaran 2026.

Target pendapatan pada tahun 2026 sebesar Rp1.085.257.817.255,22 mengalami penurunan 44,5 persen dibandingkan dengan tahun 2025 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp249.073.085.255.00 mengalami kenaikan sebesar Rp42.727.272.894.00 dibandingkan dengan tahun 2025.

Dana Transfer ke daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp836.184.732.000.00 mengalami penurunan sebesar Rp436.225.890.000.00 dibandingkan tahun 2025 setara dengan 34,28 persen.

Sedangkan belanja operasional dianggarkan sebesar Rp851.061.017.738.56 terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp333.441.509.624,58, belanja barang dan jasa sebesar Rp437.748.916.215,98, kemudian belanja hibah barang sebesar Rp79.870.591.898,-

Belanja modal diproyeksikan sebesar Rp89.495.517.932, 34 terdiri dari belanja peralatan dan mesin sebesar Rp2.046.839.999.00, belanja gedung dan bangunan senilai Rp 60.818.010.863,34, modal aset tetap lainnya Rp 304.000.000,00, belanja modal aset lainya Rp 150.000.000.

Selanjutnya belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp 7.718. 862.558, 32, bantuan dana transfer ke Kabupaten/ Kota sebesar Rp121.982.419.026.00, Pemprov PBD pada tahun 2026 menempatkan pernyartaan modal pada Bank Papua sebesar Rp5.000.000.000,-

Gubernur berharap, program dan kegiatan yang sudah dianggarkan dalam nota keuangan ini dapat berjalan maksimal sehingga berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteran masyarakat serta daerah.

KENN