PLN Pastikan Keandalan Listrik 100% bagi Pengguna Motor Listrik di Agats

PLN Kabupaten Asmat Motor Listrik
Lanskap Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan dari udara yang memperlihatkan permukiman yang dibangun di atas wilayah rawa. Kondisi geografis ini membuat Agats dijuluki "Kota di Atas Papan", yang sekaligus menjadi alasan utama masifnya penggunaan motor listrik karena bebannya yang ringan dan tidak merusak konstruksi jalan jembatan / Foto : Humas PLN

Koreri.com, Agats – PT PLN (Persero) terus membuktikan komitmennya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Indonesia.

Dukungan ini salah satunya terwujud nyata di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Dijuluki sebagai “Kota di Atas Papan”, mobilitas masyarakat di Agats telah hampir 100% menggunakan sepeda motor listrik.

Kondisi geografis Agats yang berupa rawa mengharuskan infrastruktur jalan dan permukiman dibangun di atas jembatan papan, sehingga motor listrik menjadi moda transportasi paling efisien dan aman bagi masyarakat setempat.

Keunikan ini mendorong Agats memelopori ekosistem transportasi ramah lingkungan sejak tahun 2006 yang kini telah berkembang pesat hingga mencapai sekitar 5.200 unit motor listrik.

Asisten III Sekda Kabupaten Asmat Riechard Mirino menjelaskan bahwa transisi menuju kendaraan listrik di wilayah itu didorong oleh kebutuhan pelestarian infrastruktur dan lingkungan.

PLN Kabupaten Asmat Motor Listrik2
Fasilitas Heliogrid, inovasi tiang listrik pintar bertenaga surya karya pegawai PLN yang terpasang di Kota Agats. Melalui sistem Internet of Things (IoT), fasilitas ini tidak hanya menjadi stasiun pengisian daya kendaraan listrik warga, tetapi juga wujud nyata perluasan akses Energi Baru Terbarukan (EBT) di pelosok Papua / Foto : Humas PLN

Dia juga memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran PLN yang menjamin kelancaran aktivitas warga setempat dengan menyediakan tenaga listrik  yang cukup.

“Kendaraan listrik berupa motor listrik sudah digunakan di Kabupaten Asmat, khususnya di Kota Agats, sejak 2006. Pemicu utamanya adalah konstruksi jalan kita yang berupa jembatan. Apabila menggunakan motor berbahan bakar minyak (BBM), beban kendaraannya berat dan akan merusak konstruksi jalan jembatan kita. Kedua, motor listrik sangat memberikan kenyamanan karena kita bisa menghirup udara segar tanpa polusi udara,” ujar Riechard.

Selain ramah lingkungan dan aman bagi infrastruktur jalan, penggunaan motor listrik juga terbukti sangat menekan biaya operasional masyarakat sehari-hari. Hal ini dirasakan langsung oleh Mohammad Alvin Nurrahmansyah (25), seorang pedagang setempat.

“Saya menggunakan motor listrik setiap hari untuk pergi belanja kebutuhan di pasar. Sangat hemat, per bulannya biaya yang dikeluarkan untuk pengecasan motor listrik hanya sekitar Rp40.000 sampai Rp100.000 saja,” tutur Alvin.

Senada dengan Alvin, Roni Bokar (26), seorang nelayan di Agats, juga merasakan efisiensi yang sama.

PLN Kabupaten Asmat Motor Listrik3
Fasilitas Heliogrid, inovasi tiang listrik pintar bertenaga surya karya pegawai PLN yang terpasang di Kota Agats. Melalui sistem Internet of Things (IoT), fasilitas ini tidak hanya menjadi stasiun pengisian daya kendaraan listrik warga, tetapi juga wujud nyata perluasan akses Energi Baru Terbarukan (EBT) di pelosok Papua / Foto : Humas PLN

“Motor listrik biasa saya pakai untuk belanja barang di pasar. Biasanya saya hanya perlu mengeluarkan biaya cas motor listrik sekitar Rp40.000 dalam satu bulan,” tutup Roni.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menjelaskan bahwa dalam mendukung kelancaran mobilitas warga dan memperkuat infrastruktur pengisian daya, PLN telah menyediakan dua titik Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU).

Fasilitas ini tersebar di area strategis untuk memudahkan masyarakat dalam mengisi daya motor listrik mereka.

“Selain SPLU, PLN juga menghadirkan produk inovasi hasil karya pegawai PLN yang diberi nama Heliogrid. Inovasi ini menghadirkan solusi tiang listrik pintar bertenaga surya yang mampu mengisi daya kendaraan listrik, menyimpan energi dalam baterai, serta menyalurkan kembali daya ke jaringan PLN melalui sistem Internet of Things (IoT) dan RFID. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata PLN dalam mendorong bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Papua,” papar Diksi.

PLN Kabupaten Asmat Motor Listrik4
Aktivitas sehari-hari warga Kota Agats saat melintasi jalanan jembatan menggunakan motor listrik. Selain aman untuk pelestarian infrastruktur jalan, kendaraan ramah lingkungan ini terbukti secara signifikan menekan biaya operasional harian masyarakat, seperti pedagang dan nelayan setempat / Foto : Humas PLN

Dengan memanfaatkan energi surya, kita tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi juga memastikan sumber energinya berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Pencapaian ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses energi bersih hingga ke pelosok negeri.

“Keberhasilan Agats adalah bukti nyata bahwa transisi energi bersih sangat mungkin dilakukan dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah timur. PLN berkomitmen penuh untuk terus mendorong penyediaan energi bersih yang andal serta infrastruktur pendukung agar mobilitas dan roda ekonomi masyarakat Asmat dapat terus berputar dengan lancar,” jelas Diksi

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Asmat dan PLN, Agats kini berdiri sebagai bukti bahwa keberlanjutan energi bukan hanya sebuah rencana, melainkan realitas yang telah menghidupi masyarakat selama hampir dua dekade.

RLS