Fokus  

PKK Mimika Dorong Infrastruktur Pendidikan-Kesehatan dari Kampung ke Kota

Suzy Herawati Rettob
Suzy Herawati Rettob / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika terus mengawal visi pembangunan dari kampung ke kota dengan mendorong percepatan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar di wilayah pesisir maupun pegunungan.

Komitmen tersebut ditegaskan saat kunjungan kerja sekaligus pelantikan pengurus TP-PKK Distrik Mimika Tengah.

Ketua TP-PKK Mimika, Suzy Susana Herawati Rettob, mengatakan pengurus PKK hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga di distrik dan kampung dapat diketahui secara nyata, lalu disampaikan kepada pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami datang meski harus menempuh perjalanan laut dengan ombak besar. Semua ini demi pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung,” ujar Suzy Rettob dalam keterangannya di Timika, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, pembangunan Mimika harus dimulai dari kampung sebagai fondasi utama, sehingga masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

IMG 20260501 WA0020Dalam kunjungan tersebut, TP-PKK menyoroti sektor pendidikan, khususnya belum tersedianya gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Distrik Mimika Tengah. Padahal, antusiasme anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi.

Saat berdialog dengan warga, banyak anak-anak mengaku ingin sekolah, namun hanya mengenal sekolah minggu sebagai tempat belajar.

“Ini menandakan ada semangat belajar yang besar dari anak-anak kampung. Pemerintah perlu segera menghadirkan PAUD karena program wajib belajar 13 tahun harus dimulai dari pendidikan usia dini,” katanya.

Selain PAUD, TP-PKK juga menilai perlunya penambahan jenjang pendidikan lanjutan.
Saat ini di wilayah tersebut baru tersedia dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP), sementara sekolah menengah atas (SMA) belum tersedia.

Akibatnya, banyak pelajar harus melanjutkan pendidikan ke kota, yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial hingga putus sekolah.

Di bidang kesehatan, TP-PKK menggandeng tenaga medis untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan dasar, serta layanan USG yang selama ini sulit dijangkau warga di daerah terpencil.

Selain itu, bantuan suplemen gizi juga diberikan kepada balita sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi muda Mimika.

“Kalau distrik ingin maju, maka kesehatan anak-anak dan pendidikan harus menjadi perhatian utama,” tegas Suzy.

TP-PKK juga menemukan masih adanya persoalan infrastruktur dasar, seperti keterbatasan air bersih, fasilitas umum yang belum memadai, hingga belum tersedianya rumah dinas bagi ASN yang bertugas di distrik.

Menurut Suzy, kehadiran ASN di tempat tugas sangat penting untuk mempercepat pembangunan kampung.
Karena itu, penyediaan tempat tinggal layak bagi petugas pemerintah menjadi kebutuhan mendesak.

Seluruh hasil kunjungan tersebut, lanjutnya, akan dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk ditindaklanjuti melalui organisasi perangkat daerah teknis.

Sebagai mitra strategis pemerintah, TP-PKK Mimika berkomitmen terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan merata.

“Kalau kampung maju, maka kota akan ikut maju. Itulah semangat pembangunan Mimika dari kampung ke kota,” pungkasnya.

EHO