Koreri.com (18/2) – Trenton Lewis (21) mengalami pegal pada kakinya setelah berjalan sekitar 11 mil atau sekitar 17.7 km ke tempat kerjanya setiap hari untuk memulai awal shift pada jam 4 pagi.
Namun demikian iya tetap setia melakukan pekerjaan tersebut selama 7 bulan.
Ia tidak mengatakan hal itu kepada rekan kerjanya dan juga tidak pernah mencari alasan untuk tidak melakukannya terutama dalam hal memberi dukungan finansial kepada anaknya, Karmen yang masih berusia 14 bulan.
“Kebanggan saya sangat tinggi padanya. Apapun yang diperlukan Karmen, saya harus bisa menyediakannya,” ujarnya.
Namun ada rekan kerjanya di fasilitas UPS Little Rock, Arkansas yang mengamati dan mengetahuinya dan diam-diam memutuskan untuk membantu Trenton Lewis.
Mereka memintanya untuk datang ke sebuah ‘pertemuan pekerja’.
Ketika Ia menghadiri pertemuan tersebut, ketidakpercayaannya berubah menjadi senyuman penuh haru karena rekan-rekan kerjanya memberikan sebuah kunci mobil baginya.
“Saya mengambilnya dengan sangat emosional. Hati saya hancur lebur,” kenang Trenton.
Ketika Ia mulai bekerja di fasilitas UPS, Ia tidak memikirkan bagaimana cara berangkat dan pulang dari tempat kerja.
“Saya hanya bergantung penuh pada kedua kaki saya,” ujarnya
Jadi Ia berjalan setiap subuh dan berharap tidak ada rekan kerjanya yang mengetahui bagaimana caranya ia sampai di kantor tempat kerjanya.
Namun faktanya, selalu saja ada seorang yang mengetahui dan melihat semua yang terjadi.
Bagi Trenton Lewis, Ia adalah Patricia Bryant yang sering dipanggil Mama Pat.
“Ia seperti seorgan Ibu kedua bagi saya. Ia sebenarnya kecewa dengan saya ketika mengetahui bahwa saya setiap harinya berjalan kaki ke kantor,” ujar Trenton.
Patricia dan suaminya, Kenneth, sudah bekerja selama 40 tahun di UPS.
“Bagi seorang pria muda yang memutuskan apabila tidak memiliki kendaran, tidak memiliki tumpangan maka Ia akan berjalan. Jika seseorang dapat melakukan itu maka, kami pasti akan membantu.”
Patricia dan suaminya kemudian secara diam-diam membagi cerita Trenton kepada rekan kerja keduanya dan mengumpulkan dana untuk membeli kendaraan baginya.
Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui siapa Trenton namun begitu terkesan dengan kerja kerasnya.
Dari hasil donasi, terkumpulah dana sebesar 2.000 dollar.
“Setiap orang yang saya ceritakan mengenai Trenton mengatakan mereka mendukung penggalangan dana baginya, namun hal terberat adalah ketika mengingatkan mereka untuk membawa uang kontan. Saya juga berbicara dengan penjual kendaraan Tentang Trenton dan sang penjual mengatakan Ia akan mempertimbangkan harga yang tepat untuk membantu, ” ujar Kenneth.
Patricia menginginkan segala sesuatunya sempurna sebagai kejutan nantinya sehingga kendaraan yang telah dipilih dan dibelipun harus dipercantik.
Tiba waktunya kejutan dilakukan.
Setiap orang mengamati Trenton yang datang untuk acara yang mereka buat yakni, ‘pertemuan pekerja’.
Kenneth lalu mengambil kunci dari dalam sakunya, dan memasukannya ke starter mobil Saturn Ion 2006 yang mengagetkan Trenton seketika itu juga.
“Tuhan selalu memiliki sesuatu bagi kita. Saya tidak akan pernah melupakan kejadian ini,” kata Lewis.
Lewis sangat berterima kasih kepada seluruh rekan kerja yang telah membantunya.
Perjalanan pertamanya dengan kendaraan tersebut adalah menjemput sang buah hatinya, Karmen dan memberinya makan.
ARD
Sumber: CNN













