Koreri.com, Jayapura (24/4) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Murid untuk Guru melakukan aksi demo damai di depan kantor DPR Papua.
Aksi yang berlangsung Selasa (24/4/2018), menuntut Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih turun tangan tuntaskan kasus pemerkosaan guru dan berikan jaminan keselamatan tenaga pendidikan kesehatan di pedalaman Papua.
Adapun isi dari pernyataan sikap adalah sebagai berikut,
Pertama, mengutuk perbuatan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).
Kedua, meminta kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih untuk menindak tegas pelaku.
Ketiga, menuntut Komnas HAM untuk melakukan investigasi di lapangan serta mengumpulkan bukti dan informasi terkait pelanggaran HAM yang dilakukan KKSB.
Keempat, meminta pihak DPRP untuk melakukan monitoring dan memfasilitasi penyelesaian masalah hingga tuntas serta memberikan jaminan keselamatan bagi tenaga pendidik dan kesehatan yang mengabdi di pelosok pedalaman Papua.
Pantauan media ini, kedatangan para mahasiswa itu diterima langsung dua orang anggota Dewan, Frits Tobo Wakasus dan Jhon Gobay.
Setelah berorasi, para pendemo tersebut membacakan pernyataan sikap sebelum memberikannya kepada kedua anggota Dewan.
Sementara itu, Frits Tobo Wakasus dari jalur 14 kursi mengaku salut dan bangga serta mendukung penuh atas tindakan yang dilakukan pada hari ini.
“Guru serta pendidikan itu sangatlah penting sebab tanpa itu kita tidak bisa menjadi apa-apa,” cetusnya seraya berjanji akan menyerahkan pernyataan sikap pendemo ke pimpinan untuk secepatnya ditindaklanjuti.
Momen yang sama, Jhon Gobay memberikan apresiasi atas kepedulian yang di tunjukan terhadap dunia pendidikan yang hingga saat ini masih merupakan permasalahan yang kompleks di Papua.
“Terkait dengan kasus ini, kami dari Dewan sepakat dan mengutuk keras perbuatan bejat ini,” tegasnya.
VMT
