Tekno  

Israel Siapkan Misi Baru ke Bulan

beresheet1
Sumber: SpaceIL

Koreri.com – Perusahaan antariksa Israel, pada Sabtu (13/4) berencana untuk kembali mengirim misi kedua dengan dukungan swasta dan publik setelah gagalnya misi perdana yang dilakukan.

Beresheet, sebuah perusahaan yang dibangun oleh perusahaan nirlaba SpaceIL dan dimiliki oleh Agen Antariksa Israel (IAI), gagal dalam percobaan perdana pada Kamis (11/4) yang menunda negara itu menjadi negara ke-4 yang mengirimkan pesawat tanpa awak ke bulan.

“Saya menghabiskan beberapa saat untuk berpikir sepanjang akhir pekan mengenai apa yang terjadi dan dengan segala niat yang saya miliki, dan dukungan dari seluruh dunia, saya ada malam ini untuk mengumumkan proyek baru Beresheet 2,” kata Presiden SpaceIL yang juga seorang milyarder teknologi Morris Kahn kepada TV Israel Channel 12.

Seperti diketahui, misi perdana yang telah gagal memakan biaya sekitar 100 juta dolar AS atau sekitar 14 triliun rupiah yang sebagian besar didapatkan dari donor swasta termasuk Kahn sendiri dan partisipasi pemerintah Israel.

Untuk proyek kedua yang baru saja diumumkan, pendonor swasta telah bersedia untuk memberikan dukungan dana, namun Ia menambahkan bahwa proyek tersebut harusnya datang dari masyarakat Israel sendiri karena proyek itu adalah milik bangsa Israel.

“Kami tidak akan bergantung dari bantuan pemerintah,” ujarnya.

Tim Beresheet 2 akan mulai melakukan konferensi awal pada Minggu (14/4) dan menurut Kahn, mereka akan menyelesaikan apa yang telah digulirkan dengan salah satu misi, mengibarkan bendera Israel di bulan.

IAI dalam sebuah pernyataannya menyatakan mereka sangat antusias menjadi bagian dari misi kedua SpaceIL dibawah pimpinan Kahn.

Sejauh ini, hanya tiga negara, yakni Amerika Serikat, Uni Soviet (Rusia) dan China yang telah berhasil mengirimkan misi pendaratan di Bulan.

Diterbangkan dari Tanjung Canaveral oleh roket Falcon 9 milik SpaceX dua bulan lalu, Beresheet (atau Genesis/Kejadian) seharusnya menjadi pesawat non-pemerintah pertama yang telah mendarat di bulan.

ARD

Sumber: Channelnewsasia.com