Koreri.com, Ilaga – Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si mengakui kerugian yang ditimbulkan pasca konflik di Distrik Ilaga dan Gome mencapai Rp50 Miliar.
Kerugian tersebut meliputi sejumlah distrik seperti Ilaga dan Gome
“Kerugian ini merupakan dampak dari aksi kontak senjata antara KKSB dan TNI-Polri, hingga berujung pada pembakaran gedung sekolah termasuk rumah warga oleh para anggota gerombolan separatis,” demikian disampaikannya saat memantau gedung SD dan belasan rumah warga yang dibakar di Kampung Kimak, Tagaloa, dan Kalebur, Distrik Ilaga, Senin (7/10/2019).
Gedung SD dan belasan rumah warga sendiri dibakar oleh KKSB di kampung Kimak, Kalebur serta Kampung Tagaloa, saat baku tembak pada Minggu 29 September, pekan lalu.
Seperti Gedung SD Inpres Tagaloa yang terdiri atas 6 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan dan lima unit rumah guru, serta satu kantor Kepala Sekolah.
Sedangkan rumah warga mencapai 17 unit rumah, yang dibakar sekaligus dijarah isinya,karena hampir rata rata rumah warga ini memiliki kios.
Sementara di Distrik Gome, ada beberapa honai milik warga yang ikut juga terbakar pada Agustus lalu yang merupakan dampak dari operasi penegakan hukum terhadap KKSB di wilayah Gome oleh apparat gabungan TNI-Polri.
“Di Ilaga saja mencapai 24 rumah sudah termasuk satu SD dan rumah guru yang dibakar dan juga di Gome hingga ditaksir kerugian mencapai Rp50 Miliar,” beber Bupati saat memantau lokasi korban kebakaran oleh KSB.
Mengatasi kondisi ini, Bupati menekankan bahwa yang paling utama adalah Negara tetap ada di sini.
“Jadi, kami butuh sharing dana antara kabupaten, pusat dan Provinsi untuk membantu kita keluar dari persoalan ini, terutama untuk membangung kembali rumah yang sudah terbakar ini,” imbuhnya.
Bupati juga sangat menyayangkan aksi KKSB, yang membakar gedung sekolah. Sebab baginya, sekolah harusnya dijaga. Karena lewat sekolah, dapat mendidik anak- anak generasi penerus Kabupaten Puncak, dimana masa depan Puncak ada melalui sekolah.
“Perjuangan model apa ini? Harusnya sekolah dijaga! Ini tempat mendidik generasi masa depan Puncak. Saya harap ini kejadian yang pertama dan terakhir di Puncak,” tegasnya.
VDM
