Koreri.com, Jayapura – Bertempat di lapangan apel Mapolda Papua, Senin (12/4/2021), telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Matoa Tahun 2021.
Apel dipimpin Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto S.IK., M.Si.
Turut hadir, Pejabat Utama, perwakilan Pamen, Pama Polda Papua, perwakilan POM dan TNI AL, perwakilan Jasa Raharja serta seluruh perwakilan personel yang terlibat.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Matoa Tahun 2021 ini akan berlangsung selama 14 hari terhitung mulai Senin (12/4/2021) hingga Minggu (25/4/2021) dengan melibatkan sebanyak 564 personil gabungan.
Kapolda Papua dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di tengah pandemi covid-19.
“Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Kapolda juga merincikan data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2019 sejumlah Rp13.585 kasus kemudian meningkat di 2020 sejumlah 17.273 kasus atau naik 27persen.
Sementara untuk teguran pada 2019 sejumlah 12.866 pelanggaran dan kemudian meningkat di 2020 sejumlah 16.128 pelanggaran atau naik 25 persen.
Kemudian, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2019 sejumlah 2.224 kejadian namun menurun di 2020 sejumlah 1.717 kejadian atau turun 23 persen.
Selanjutnya, korban meninggal dunia di 2019 mencapai 283 jiwa namun menurun di 2020 sejumlah 208 jiwa atau turun 27 persen.
Tren menurun juga terjadi pada korban luka berat, di 2019 sejumlah 1.165 orang namun pada tahun 2020 total sejumlah 897 orang atau terjadi penurunan hingga 23 persen.
Begitu pula dengan korban luka ringan yang mana pada 2019 mencapai 2.170 orang namun di tahun berikutnya menurun hingga 1.778 orang atau turun18 persen.
Kerugian rupiah di 2019 mencapai Rp9.172.308.000,- namun pada 2020 sejumlah Rp8.228.782.000,- atau ada penurunan hingga 10 persen.
Pada pelaksanaan operasi keselamatan Matua 2021 kali ini, diprioritaskan kegiatan Dik lantas yang mampu mewujudkan rasa simpati masyarakat kepada Polri khususnya Polantas.
Disamping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi kamseltibcarlantas yang tertib.
“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut kita tidak bisa berdiam diri bahkan kita wajib melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas,” pungkasnya.
SEO












