Koreri.com, Jayapura – Wakil Ketua I DPRD Mamberamo Raya Matius Puery menilai Pemerintah gagal membangun wilayahnya dibandingkan daerah lain di Papua yang sudah maju.
Menurut Legislator muda ini, banyak SKPD yang tidak mampu menterjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati dalam program kerja masing-masing.
“Ya, pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya terlambat dan tidak sesuai RPJMD Bupati yang masa waktu 20 tahun dan 5 tahun itu yang harus diterjemahkan oleh setiap SKPD dalam program kerja tahunan,” bebernya saat dikonfirmasi wartawan usai RDP di Jayapura, Kamis (3/6/2021).
Diakui Matius, sampai saat ini hal itu tidak diperhatikan.
“Kepala dinas tidak bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya serta tidak mengerti sehingga pembangunan Kabupaten Mamberamo Raya gagal,” kecamnya.
Dikatakan, selama ini tidak ada kerjasama yang baik antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menterjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya.
“Kalau visi misi Bupati diterjemahkan dengan baik dan dituangkan dalam setiap tahun anggaran maka pasti pembangunan berjalan dengan baik,” jelas Matius.
Saat ini pembangunan macet karena setiap SKPD dan masing-masing fungsi tidak paham apa itu RPJMD dan RPJMP.
Pihaknya juga menyoal terkait penyerapan anggaran.
“Kami DPRD sebagai fungsi pengawasan menilai kondisi APBD Mamberamo Raya dalam hal ini DAU lambat ditransfer dari pusat karena pemerintah daerah yang kurang komunikasi sehingga terlambat,” bebernya.
Namun, Matius mengaku pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin bekerjasama dengan Pemda untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dalam kurun waktu sisa enam bulan ke depan.
Agar pembangunan bisa berjalan dengan normal kembali untuk Mamberamo lebih baik.
“Jadi, dalam sisa enam bulan untuk masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021 lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.
VER
