Koreri.com, Manokwari– Beberapa waktu terakhir ini viral ada pembangunan 1 unit rumah warga yang berdomisi di kompleks NN, Kota Sorong dibangun menggunakan bantuan anggaran dari pribadi dari salah satu politisi menimbulkan pertanyaan, bahkan ada yang mengapresiasi pembangunan tersebut tapi ada juga yang pro kontra atas issue itu, hal ini membuat Senator Papua Barat M.Sanusi Rahaningmas angkat bicara.
M.Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M,Sip menghimbau kepada semua masyarakat Kota Sorong agar jangan terpengaruh dengan isu yang tidak benar dan tidak wajar itu karena ada sekelompok orang dengan sengaja menyebarkan kabar burung yang hanya sekedar ingin mencari nama.
“Tidak mungkin seorang politisi yang dengan gaji pribadi bisa membangun rumah warga atau masyrakat dengan nilai ratusan juta rupiah itu perlu dipertanyakan, setelah ditelusuri memang betul bahwa pembangunan rumah salah satu warga tersebut di jln NN yang pekerjaan setiap harinya sebagai penjaga Masjid Miftahul Khaer itu Adalah dari bantuan hibah APBD Provinsi tahun 2020,” kata Sanusi Rahaningmas melalui siaran persnya yang diterima media ini, Jumat (18/6/2021).
Dijelaskannya bahwa anggaran itu dicairkan pada tanggal 20 desember 2020 oleh ketua Panitia Pembangunan atas nama Hafrizal Tahar, Sekretaris Amir Sofyan dan bendahara Ibnu Rahmat Hatta berdasarkan SK Kepanitian diterbitkan ketua BKM Masjid Miftahul Khaer Daeng K.Lallu dan rekomendasi dari kemenag Kota Sorong.
Anggota Komite IV DPD RI ini menuturkan hal ini harus disampaikan kepada masyarakat Papua Barat bahwa apapun bentuk bantuan dari pemerintah adalah tanggung jawab bersama untuk sama-sama untuk mengawasi agar tidak terkesan ada proses pembiaran dan terjadi dugaan pembohongan terhadap publik.
“Hal ini perlu diluruskan sehingga tidak ada kesan masyarakat bahwa kenapa bisa ada politisi membantu masyarakat degan ratusan juta rupiah sementara yang lain hanya diam-diam saja alias tidak memperhatikan masyarakat di daerahnya,” ujarnya.
Kalau dengan aspirasi dan pokok-pokok pikiran setelah mendapatkan masukan dari masyarakat melalui penjaringan asmara maka lahirlah yang dinamakan aspirasi DPR digunakan untuk membantu proposal baik rumah ibadah, yayasan pendidikan, sosial dan lain dimana semuanya bersumbwr dari APBD dan APBN.
Pembangunan rumah penjaga Masjid diperuntukan kepada salah satu warga yang sekarang tugasnya penjaga Masjid dan itu wajar sesuai Nomenklatur dalam DPA APBD 2020 adalah Pembangunan rumah penjaga masjid Miftahul Khaer Kota Sorong.
“Dengan sendirinya rumah tersebut bukan merupakan rumah pribadi melainkan rumah infentaris Masjid yang mana dibangun dengan dana bantuan Hibah dari APBD sebesar Rp.250.000.000. dicairkan melalui rekening Masjid dan menurut ketua panitia bersama rekannya bahwa dari dana tersebut digunakan untuk kepentingan panitia dalam pembangunan rumah tersebut dan lain adalah sebesar kurang lebih Rp.180.000.000 sedangkan sisanya diserahkan alias diambil oleh salah satu oknum bendahara pada salah satu partai politik di papua barat dengan alasan untuk biaya2 kepengurusan dan lain2 itu sesuai pengakuan dari ketua dan temanya, dan pembangunan rumah tersebut menurut beberapa warga bahwa sebagian warga di NN juga membatu berupa matrial dan lain lain hal ini agar menjadi perhatian dan dimaklumi oleh semua pihak,” tutupnya.
KENN

























