Kepala Seksi Kelembagaan Dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Rozene Sanchia Hermelina Patay, Mengatakan bahwa “ Kampung Mansinam inikan sudah ada dua kelompok sadar wisata tetapi kelompok ini tidak hanya bicara tentang atraksi dan kuliner untuk dikembangkan tetapi sampah yang berhamburan di pulau ini juga harus diperhatikan karena, sampah bikin wajah Mansinam jadi kurang bagus padahal potensinya sangat luar biasa, mulai dari pesisir sampai puncaknya. Sehingga kepada kelompok sadar parawisata ini yang sudah dibentuk selain melihat atraksi, kuliner dan lainnya tapi sampah ini juga harus menjadi konsep utama mereka,” harapnya.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, masyarakat sangat mengharapkan kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk berpartisipasi dalam mendestinasi wisata Pulau Mansinam diantaranya, DLHP, DPRD Manokwari , BUPATI Manokwari, Gubernur Papua Barat dan pihak lainnya. Untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yakni, transportasi laut, darat, kaca molo, jaring dan perlengkapan lainya, dalam mewujudkan Pulau Mansinam sebagai pulau wisata.
Pada kesempatan tersebut, diharapkan Yohanes A. Lebang, pada tanggal 18 September 2021, sebagai Hari Gerakan Nasional Memilah Sampah dari Rumah, warga dapat melakukan partisipasi sehingga hasil pengumpulan dan pemilahan limbah plastik akan dilakukan pembelian baik oleh UKM Pramuka Unipa atau melalui Koperasi Produsen Pengelola Sampah Kabupaten Manokwari.
Kegiatan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolahan Sampah di Destinasi Wisata Pulau Mansinam akan diadakan empat hari hingga Sabtu mendatang.
KENN
























