Legowo, Ronald Kelnea Mundur Dari Jabatan Wakil Bupati Nduga Antar Waktu

WhatsApp Image 2021 09 16 at 19.21.55
Diner Ronald Kelnea saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Kamis (16/9/2021) / Foto: Seo Balubun

Koreri.com, Jayapura – Proses pelantikan Wakil Bupati Nduga antar waktu yang tak kunjung dilaksanakan sejak bulan April 2021 oleh Kemendagri membuat situasi masyarakat Kabupaten Nduga tidak aman.

Wakil Bupati antar waktu Kabupaten Nduga terpilih, Diner Ronald Kelnea, nyatakan legowo dan mundur dari jabatan yang sudah dipercayakan rakyat demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Nduga.

Politisi Partai Demokrat ini terpilih sebagai wakil Bupati antar waktu Kabupaten Nduga melaui proses pemilihan dan mekanisme aturan undang-undang yang berlaku dalam forum resmi sidang istimewa DPRD Kabupaten Nduga pada bulan April 2021 lalu dengan memperoleh 14 suara mengalahkan lawannya yang diusung partai golkar 10 suara.

Ronald Kelnea telah ditetapkan sebagai Wakil Bupati Kabupaten antar waktu, dengan harapan agar mendampingi saudara Bupati Kabupaten Nduga hingga akhir masa jabatan periode 2017 – 2022 pada tanggal 15 Mei 2022 nanti.

Namun proses pelantikan dirinya sebagai Wakil Bupati Kabupaten Nduga selalu tertunda-tunda, sehingga sampai hari ini, proses pelantikan tidak berjalan.

“Ya, saya legowo saja mundur dari jabatan wakil bupati terpilih, saya mengajak masyarakat Kabupaten Nduga tetap tenang, seperti biasanya, sekaligus saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nduga,”kata Ronald Kelnea dalam keterangan pers di Kota Jayapura, Kamis (16/9/2021).

Sebenarnya, kata Ronald, proses pemilihan sudah berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme dalam sidang yang dimaksud, namun ada beberapa anggota DPRD yang tidak setuju drinya terpilih sebagai Wakil Bupati karena mereka ingin adik Bupati almarhum Yairus Gwijangge yang harus jadi Wakil Bupati antar waktu.

“Saya sadar bahwa proses pemilihan dan penetapan yang dimaksud telah berjalan dengan baik dan lancar seperti biasanya tanpa ada masalah salam proses pemilihan dalam sidang,” ujarnya

“Sehingga dengan harapan saya sesungguhnya tinggal menunggu bagimana proses pelantikan akan berjalan atau tidak, namun selalu saja tertunda, dirinya tidak mengerti apa alasannya, dengan kondisi ini terpaksa saya kembalikan kepada DPRD Kabupaten Nduga dan seluruh masyarakat Kabupaten Nduga sendiri,” sambung Kelnea.

Menurutnya, pasca pemilihan wakil bupati antar waktu ini kondisi Kabupaten Nduga yang belum aman dan masyarakat pengungsi ada di mana-mana dibeberapa Kabupaten tetangga karena daerah konflik, sehingga mereka ada yang memang harus proses pemilihan yang dilakukan pada tanggal 8 April 2021 adalah tepat untuk mendampingi Bupati untuk mengurus nasib masyarakat Nduga.

“Jadi, setelah pemilihan Wakil Bupati antar waktu masyarakat terbagi menjadi dua kelompok ada kelompok yang setuju dengan saya untuk menjadi Wakil Bupati Kabupaten Nduga, dan ada kelompok lain juga yang tidak setuju,” kata Ronald.

Dikatakan, masyarakat yang berbeda pandangan itu hal yang biasa, itu dinamika dilapangan dan yang selalu ada di masyarakat seluruh tanah Papua, tetapi sebagai anak daerah Nduga harus melihat persoalan ini agar masyarakat tidak dikorbankan.

“Saya tidak menyalahkan atau membenci siapa-siapa atau dari kelompok mana dan dari Partai manapun, atau mereka yang mendukung atau tidak mendukung. Tetapi saya sebagai anak putra daerah Kabupaten Nduga melihat kepentingan umum terutama kepentingan masyarakat yang sema ini tidak rasa aman, dirinya tidak mau masyarakat jadi Korban di tengah-tengah, saya tidak mau menjadi sebagai aktor konflik untuk menciptakan konflik horisontal diantara masyarakat,” harap Ronald.

Dijelaskan, kalau terjadi konflik maka tidak akan membangun daerah tersebut dengan tenang, untuk menuju Kabupaten Nduga membangun seperti di daerah lain di Indonesia, tetapi justru menjadi pemicu konflik horisontal, yang akan berdampak merugikan masyarakat untuk menjadi korban kekerasan, karena sepengetahuan saya kekerasan akan berdampak memakan korban jiwa.

“Secara terbuka saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Nduga seluruhnya bahwa saya sudah legowo mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Kabupaten Nduga yang dipilih dalam forum resmi sidang DPRD sebagai antar waktu. Dan saya akan menjalani tugas saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Nduga,” ujarnya.

Ronal berharap seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nduga tetap tenang menjalani kehidupan seperti biasanya, dan jangan ada yang saling sentimen satu sama yang lain.

“saya mau mengajak kita semua untuk menjaga Kabupaten Nduga tetap aman, sehingga proses pemilihan Bupati yang akan datang dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” kata Ronald dengan nada optimis untuk maju Pilkada Kabupaten Nduga 2024 nanti.

Dikatakan, dalam waktu yang dekat akan kembali ke Kabupaten Nduga, dengan harapan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas, bahwa dirinya bukan lagi sebagai Wakil Bupati Kabupaten Nduga.

“Dengan harapan besar saya supaya masyarakat tetap tenang seperti biasanya, saya tidak mau daerah dan kampung saya terus bermasalah, dan masyarakat selalu hidup dengan tidak tenang. Sekali lagi diharapkan masyarakat tetap tenang menjalani aktivitas seperti biasanya, dan saling mengasihi dan mendukung, tanpa menyalakan siapa-siapa diantara masyarakat sendiri,” katanya.

Namun, ditegaskan ronald bahwa sidang pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Nduga yang sudah berlangsung, pada tanggal 8 April 2021 dengan sesunggunhnya telah merugikan Keuangan Negara, dan hanya bermain-main dengan Anggaran Negara yang sudah membigungkan masyarakat banyak.

“Kita semua pada keliru, sebenarnya dan seharusnya, memang kalau Pemilihan Wakil Bupati antar waktu tidak perlu dan tidak dibutuhkan, pertanyaannya mengapa sidang dilakukan? Menurut saya bahwa ini sebenarnya kita telah melakukan pembohongan publik dan main-main anggaran saya, dan masyarakat tidak akan percaya kita, sehingga kami akan proses hukum,”tegasnya.

“Jadi, jabatan wakil bupati Nduga tetap kosong hingga masa akhir periode yang tersisa 7 bulan lagi,” pungkas Ronald.

SEO