Fokus  

Cegah Penularan, Masyarakat Papua Barat Wajib Minum Obat Filariasis

WhatsApp Image 2021 09 29 at 15.24.10
Kadis Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan,S.K.M.,M.Kes.(Foto : Istimewa)

Lebih lanjut dijelaskan Otto Parorongan bahwa untuk mengetahui apakah suatu kabupaten tidak ada penularan kaki gajah maka setelah melakukan 5 kali putaran POPM dengan cakupan minimal 65 % terpenuhi.

Kemudian akan dilanjutkan dengan Survei Pendahuluan evaluasi penularan Filariasis / Transmission Assessment Survey (TAS). Kegiatan ini dilalukan dengan memeriksa darah jari untuk mengetahui apakah cacing filaria masi ada di masyakarat .

Survei ini dilaksanakan pada 300 orang ditempat yang perna disurvei ditahun tahun sebelumnya dan pada 300 orang di tempat lain yang dicurigai masih terjadi penularan, Jika hasil positif cacing filaria dibawah 1 % maka kabupaten ini dinyatakan tidak terjadi penularan dan dinyatakan lulus survei awal. Selanjutnya masih akan dilakukan survei berikutnya setiap tahun selama 2 (dua) tahun di tempat yang berbeda dan jika hasil positif filaria masih dibawah 1( satu) % maka kabupaten tersebut dinyatakan bebas penyakit kaki gajah dan akan mendapatkan sertifikat eliminasi kaki gajah .

“Di Papua Barat , dari 13 ( Tiga Belas ) kabupaten/kota terdapat 12 ( Dua Belas ) kabupaten/kota yang dinyatakan endemis dan melaksanakan POPM , 1 (satu) Kabupaten tidak melaksanakan POPM yaitu Pegunungan Arfak ,karena dari hasil survei awal tidak ditemukan mikrofilaria, sedangkan 12 (Dua Belas ) kabupaten/kota yang lain dinyatakan endemis filariasis,” Jelas Parorongan.