Fokus  

Perumdam Tirta Yapono Siap Pasok Air Bersih ke Perumahan MBR di Kuda Mati Atas

Perumda Tirta Yapono Perubahan MBR Kudamati Atas

Koreri.com, Ambon — Perumdam Tirta Yapono mulai mempersiapkan penyediaan air bersih guna mendukung pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Kuda Mati Atas.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas permohonan pengembang PT Maluku Drop Core yang tengah menggarap proyek perumahan subsidi sekaligus komersial di wilayah tersebut.

Direktur PT Maluku Drop Core, Elok Andries, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi syarat utama dalam pembangunan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami telah mengajukan proposal kepada Wali Kota dengan tembusan ke PDAM. Dalam pembangunan rumah subsidi ini, ketersediaan air bersih menjadi hal utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas tiga hektare dengan rencana pembangunan bak penampung air berkapasitas sekitar 300 meter kubik.

Pembangunan perumahan MBR ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi aspek krusial dalam pengembangan kawasan hunian.

Menurutnya, pemerintah kota telah mengarahkan Perumdam untuk segera menyiapkan fasilitas pendukung guna memenuhi kebutuhan sekitar 300 unit rumah yang diperkirakan akan dihuni kurang lebih 1.200 jiwa.

“Pengembang akan membangun bak penampung, sementara kami menyiapkan sumber air melalui pembangunan sumur khusus agar tidak mengganggu distribusi air bagi warga lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema penyediaan air tersebut akan menggunakan sistem suplai mandiri yang terintegrasi, serupa dengan kawasan industri dan perumahan skala besar lainnya.

Perumdam bersama pihak pengembang juga telah melakukan peninjauan lokasi. Proses penataan lahan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Jika berjalan sesuai rencana, pada bulan Juni jaringan air bersih sudah mulai tersedia di kawasan ini,” kata Saimima.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung penyediaan hunian layak yang dilengkapi infrastruktur dasar, termasuk akses air bersih, bagi masyarakat Kota Ambon dalam periode pembangunan 2025–2030.

JFL