Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menghadirkan momentum strategis penguatan ekonomi kerakyatan melalui Festival UMKM Mimika 2026 yang akan digelar pada 10–12 Agustus 2026 di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware.
Festival yang menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Mimika Menuju UMKM Naik Kelas”. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ajang promosi sekaligus penguatan daya saing pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika Semuel Yogi, mengatakan festival ini tidak sekadar menghadirkan pameran produk, tetapi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan sedikitnya 125 pelaku UMKM binaan.
“Festival ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan naik kelas,” ujar Kadis Semuel Yogi dalam keterangannya di Timika, Papua Tengah, Jumat (31/7/2026).
Secara nasional, ujar Yogi, UMKM terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sebagian besar tenaga kerja.
Karena itu, penyelenggaraan festival seperti di Mimika dinilai penting untuk mendorong pelaku usaha lokal masuk ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas, termasuk melalui akses pembiayaan, digitalisasi, hingga kemudahan perizinan.
Festival UMKM Mimika 2026 akan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, di antaranya bazar dan pameran produk unggulan, Papua Culture Week (Duta TIFA), panggung seni dan hiburan, hingga berbagai permainan interaktif bagi masyarakat.
Produk-produk khas lokal seperti kopi Mimika, sagu, madu hutan, serta kerajinan tangan Papua akan menjadi daya tarik utama yang memperkuat identitas ekonomi berbasis kearifan lokal.
Selain itu, festival ini juga membuka peluang jejaring dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta, termasuk mitra nasional, guna memperluas akses pasar dan permodalan.
Dijelaskan, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong menempatkan pengembangan UMKM sebagai strategi utama dalam membangun ekonomi dari kampung ke kota.
Melalui festival ini, pemerintah berharap pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kehadiran Festival UMKM Mimika 2026 juga memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi inklusif di Papua Tengah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan dunia usaha, Festival UMKM Mimika 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya pelaku usaha yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, festival ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal—bahwa dari Mimika, UMKM Papua mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
TIM
























