DLH Kota Sorong-PLN Kolaborasi Tebang Pohon di Puncak Arfak, Warga Apresiasi

Tebang Pohon di Puncak Arfak
Proses pemangkasan hingga penebangan pohon Mangga di tepi Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong sementara berlangsung, Kamis (17/9/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sorong bersama PT PLN (Persero) merespon cepat surat permohonan warga terkait penebangan pohon di tepi Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota.

Surat itu langsung disikapi Kepala DLH Kota Sorong Corina Mansawan, SE, MM.

Ia segera menindaklanjutinya dengan meninjau ke lokasi Pohon Mangga, Rabu (16/9/2026).

Setelah melakukan observasi pada Selasa (15/9/2026), Kadis LH memutuskan untuk dilakukan penebangan Pohon Mangga yang dinilai sudah tidak dapat lagi dipertahankan keberadaannya dikarenakan kondisi pohon yang sudah tidak layak.

Tebang Pohon di Puncak Arfak2
Kadis DLH Kota Corina Mansawan (baju hijau) saat berkoordinasi dengan seluruh tim sebelum proses penebangan dilakukan / Foto : Suzan

Kadis kemudian berkoordinasi dengan PLN untuk mengamankan jaringan listrik sebelum proses penebangan berlangsung.

Pihak PLN pun merespon dengan baik dan menyatakan siap melakukan prosedur kelistrikan di sekitar lokasi pohon yang akan ditebang.

Tak ketinggalan, tim dari BPBD Kota, Telkomsel hingga personel Polsek Sorong Barat yang turut hadir untuk memastikan proses penebangan pohon dapat berjalan dengan aman dan lancar
Pantauan Koreri.com di lokasi, Kamis (17/9/2026) proses persiapan penebangan pohon mulai dilakukan sejak pagi termasuk tim yang akan bertugas melakukan penebangan.

Kadis DLH Kota Corina Mansawan langsung berkoordinasi seluruh tim sebelum proses penebangan dilakukan.

Tebang Pohon di Puncak Arfak3
Petugas PLN UP3 Sorong selaku pelaksana teknis mengamankan kabel pada jaringan listrik sekaligus menurunkan 21 personel untuk membantu proses penebangan pohon. / Foto : Suzan

Proses penebangan mulai dilakukan sejak pukul 09.30 hingga selesai 16.30 Wit melibatkan personel PLN UP3 Sorong dalam pengamanan jaringan listrik sebelum dan sesudah proses penebangan.

Hal ini dibuktikan dengan tindakan dan aksi nyata yang cepat, sigap dan terukur saat dilakukan penebangan pohon.

PLN UP3 Sorong selaku pelaksana teknis berkewajiban mengamankan kabel jaringan listrik dengan menurunkan 21 personel untuk membantu proses penebangan pohon.

Slamet Rian Subekti, Staf teknik di PLN UP3 Sorong menegaskan sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk menjaga keandalan suplai listrik demi keselamatan warga masyarakat.

Tebang Pohon di Puncak Arfak5
Proses pembersihan setelah dilakukan penebangan / Foto : Suzan

PLN selalu siap untuk melayani setiap masalah listrik yang dialami warga masyarakat.

“Contohnya ada permohonan warga terkait penebangan pohon kami segera melakukan action dengan mempersiapkan personel dan peralatan yang dibutuhkan,”ungkapnya.

Untuk peralatan, menurut Slamet, PLN UP3 Sorong tidak memiliki kendala karena perlengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di lapangan sudah cukup memadai.

“Mungkin yang kami perlukan adalah informasi dari masyarakat tentang lokasi pohon yang akan ditebang dan penyampaian informasi mengenai dampak akibat penebangan pohon seperti mati lampu di wilayahnya itu yang perlu diketahui masyarakat luas untuk mempersiapkan diri dan peralatan saat lampu padam,” jelasnya.

Slamet juga mengapresiasi kinerja DLH Kota Sorong yang sangat cepat merespon keluhan warga masyarakat terkait penebangan pohon.

Tebang Pohon di Puncak Arfak4
Slamet Rian Subekti, Staf teknik di PLN UP3 Sorong / Foto : Suzan

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Terima kasih sudah mengikutsertakan kami sebagai support di lapangan. Kami harapkan kedepannya ada komunikasi yang baik dengan pihak DLH juga dengan instansi lain dan seluruh masyarakat jika ada masalah kelistrikan lainnya,” pungkas Slamet.

Sementara itu, warga setempat mengapresiasi respon cepat juga kolaborasi DLH Kota Sorong, PLN UP3 Sorong, Polsek Sorong Barat dan beberapa pihak lainnya hingga proses penebangan selesai dengan lancar.

Hal itu lantaran, permohonan yang disampaikan warga langsung direspon dalam 2 x 24 jam.

“Kami warga tentunya sangat mengapresiasi kerja yang luar biasa ini. Karena apa yang kami warga sampaikan langsung disikapi dan langsung eksekusi di lapangan,” ungkap Andre yang juga warga Klabala.

Ia tak lupa menyampaikan terima kasih atas proses penembangan yang berjalan lancar hingga selesai.

“Terima kasih ibu Kadis DLH, PLN dan semua pihak yang sudah terlibat dalam proses ini. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.

ZAN