BWS Maluku Perkuat Koordinasi Hadapi Ancaman El Niño, Fokus Jaga Ketersediaan Air Bersih

BWS Maluku Perkuat Koordinasi Hadapi Ancaman El Nino
Rapat Koordinasi Satuan Tugas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Niño secara daring pada Senin (3/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Niño melalui penguatan koordinasi lintas instansi.

Langkah tersebut diwujudkan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Satuan Tugas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Niño secara daring pada Senin (3/8/2026), sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum.

Rapat diikuti Plt. Kepala BWS Maluku Dr. Ir. Ruslan Malik, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta jajaran staf bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Maluku.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarunit kerja guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat di wilayah Maluku.

Melalui koordinasi yang terpadu, setiap langkah antisipasi dan penanganan diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut difokuskan pada pengelolaan sumber daya air agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah potensi kekeringan akibat fenomena El Niño.

Selain memperkuat koordinasi, BWS Maluku bersama BPBPK Maluku berkomitmen menjalankan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pemantauan kondisi sumber daya air, penyaluran bantuan air bersih di wilayah terdampak, hingga mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Balai juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan dampak kekeringan di wilayahnya.

Laporan dapat disampaikan melalui Posko Kekeringan BWS Maluku di nomor 0823-4348-7415, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan meningkatnya potensi musim kemarau pada tahun 2026, penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sumber daya air serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah Maluku.

RLS