Koreri.com, Manokwari – Dinas Kesehatan Papua Barat melaksanaan program pemberian obat pencegahan massal (POPM) Filariasis/Kaki Gajah dan Kecacingan di Provinsi ini tahun 2021 yang akan berlangsung pada bulan oktober 2021 ini.
Tujuan dilaksanakan Filariasis dan kecacingan ini agar penduduk di Papua Barat tidak tertular dan bebas dari penyakit kaki gajah dan kecacingan karena penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh gigitan nyamuk.
Provinsi Papua Barat terdapat 620 kasus kronis filariasis yang terlaporkan dari tahun 2015 lalu, sehingga untuk memutus rantai penularan, selain mejaga diri dari gigitan nyamuk maka harus pemberian obat wajib dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan,S.K.M.,M.Kes melalui siaran persnya kepada wartawan di Manokwari, Rabu (29/9/2021) mengatakan, pemberian obat pencegahan masal ini sasarannya penduduk usia 2 sampai 70 tahun yang bertujuan untuk membunuh cacing filaria dan cacing usus yang ada di tubuh masyarakat.
“Agar terjadi pemutusan rantai penularan disuatu wilayah maka minimal 65% penduduk Papua Barat wajib minum obat pencegahan selama 5 kali putaran secara bersama sama, Obat pencegahan filaria juga bisa membunuh cacing usus sehingga berdampak terhadap program pencegahan stunting,” Ucap Kadis Kesehatan kepada wartawan.
