Fokus  

HMJ Ekbang Fekon Unipa Gelar Seminar Wirausaha dan Aplikasi QRIS

WhatsApp Image 2021 10 17 at 13.37.48
HMJ EKBANG Fekon dan Bisnis Universitas Papua Gelar Seminar Kewirausahaan dan QRIS secara online di Aula UNIPA Manokwari, Sabtu (16/10/2021).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari– Himpunan Mahasiswa  Jurusan (HMJ) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (Fekon dan Bisnis) Universitas Papua, menggelar Seminar Kewirausahaan bersama Koperasi Produsen Pengelola Sampah Kabupaten Manokwari serta Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat melalui Aplikasi pembayaran Non-tunai Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS), Sabtu (16/10/2021).

Kegiatan dijadwalkan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 15 Oktober dilaksanakan secara online (Webinar) Pengenalan Aplikasi Eviews & SPSS oleh Yuyun P. Rahayu, SP., M.Dev.Econ.(Adv),  Kepala Lab. Komputer Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua.

Kemudian pada tanggal 16 Oktober 2021 dilaksankan secara offline dipusatkan pada Aula Fekon dan Bisnis Universita Papua, yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fekon dan Bisnis Universitas Papua, Dr. Ir. Rully N. Wurarah, M.Si dan ditutup oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fekon dan Bisnis, Makarius Bajari, S.E., M.M .

Ketua Panitia, Tresia Papuana Ruamba mengatakan, adapun tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas serta jiwa kewirausahaan dan cara transaksi yang efektif dengan QRIS. Kegiatan ini juga turut berpartisipasi sebanyak 50 Mahasiswa yang berasal dari angkatan 2019, 2020 dan 2021. Selain sertifikat, materi dan doorprize disiapkan untuk peserta terbaik (salah satu peserta penerima Doorprize, Intan Syafinah Salis, angkatan 2021). Dirinya  berharap, kepada adik-adik dan teman-teman melalui dua kegiatan ini dapat berguna sebagai bekal dalam proses berwirausaha saat dibangku kuliah dan setelah menyelesaikan kuliah nantinya.

“Dengan dilaksanakannya Seminar Kewirausahaan dan QRIS ini, semoga peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan  dapat memiliki wawasan yang luas untuk bagaimana berwirausaha yang baik dan mengunakan tranksaksi modern yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) melalui QRIS ini, untuk menunjang mereka dalam berwirausaha atau pun melakukan transaksi sehari-hari serta menyiapkan diri dalam penyelesaiannya studi nantinya.” tutur Ruamba.

Sedangkan Ketua Koperasi Produsen Pengelola Sampah Kabupaten Manokwari Yohanes Ada, Lebang, S.P., M.Si mengakui bahwa Mahasiswa saat ini lebih banyak memilih berkuliah saja tanpa melakukan aktivitas wirausaha.  Dirinya berharap, Mahasiswa saat ini harus menjadi pelaku ekonomi, khususnya mahasiswa ekonomi agar benar-benar memahami antara teori dan praktek, misalnya bagaimana mekasnisme pasar itu terjadi. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, yang lebih penting yaitu menambah pendapatan dalam membantu penyelesaian studi dan menciptakan peluang usaha sendiri setelah berkuliah. Lakukan dan harus mencoba dari diri sendiri.

“Lakukakan wirausaha yang harus dimulai dari diri sendiri dengan kemampuan dan senang melakukannya tanpa memiliki rasa “gengsi”, tentunya dengan modal semangat dan mental ini dibarengi dengan relasi dan kemampuan komunisi, kreativitas dan inovatif menjadi penting. Kegiatan yang sangat membantu tanpa modal (uang tunai) dalam jumlah besar adalah menjadi pelaku ekonomi  sebagai “Reseller” maupun “Dropship”, mahasiswa sudah saatnya dan siap menjadi wirausahawan”. Jelas Lebang

Inovasi aktivitas ekonomi selama masa COVID menawarkan layanan dengan physical distancing muncul di berbagai tempat,salah satunya adalah Inovasi pembayaran pada “merchant offline” dapat memfasilitasi belanja secara aman. Bank Indonesia (BI) telah mengambil sejumlah kebijakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi berjalan dimasa pandemic Covid-19  ( Bank Indonesia Policy Framework  for Covid-19).

Tela Anggarayan Tirta, Asisten Manager Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawas Sistem Pembayaran dan Pengolahan Uang Rupiah (SPPUR) Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat, mengatakan bahwa QRIS bermanfaat bagi usaha pedagang kecil maupun besar baik secara offline maupun online serta masyarakat, dan diharapkan Qris merupakan satu untuk seluruh pembayaran tunai.

“Selain itu juga,  QRIS sebagai Media Pembayaran Pajak & Retribusi QRIS mulai banyak digunakan untuk solusi pembayaran pajak dan restribusi non tunai oleh Pemda, UMKM, pedagang, belanja online, bidang kesehatan, keagamaan, Transportasi , Donasi kemanusian Palang Merah Indonesia dan lain sebagainya.”, imbuh Tirta

Sebelum menutup kegiatan seminar Kewirausahaan, WD III Fekon dan Bisnis Universitas Papua, Makarius Bajari, S.E., M.M, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksaanaan kegiatan yang telah didukung oleh narasumber kompeten dibidangnya untuk bekal kepada mahasiswa terhadap perpaduan implementasi kegiatan wirausaha dilapangan dengan teori di bangku kuliah.

“Mahasiswa ekonomi saat ini harus disiapkan untuk mengetahui secara langsung kegiatan wirausaha agar kelak mereka lebih memilih berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan setelah menyelesaikan studi. Lebih dari itu bagaimana proses perkulihan dan praktek lapangan menjadi bagian yang penting dipelajari oleh mahasiswa ekonomi. Hal yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan ini menjadi contoh untuk mahasiswa ekonomi Jurusan lainnya.” harap Bajari

Kedepan diharapkan akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan yang bermanfaaf bagi perubahan perilaku dan menjadikan mahasiswa ekonomi sesungguhnya sebagai pelaku ekonomi.

KENN

Exit mobile version