Koreri.com, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali menggelar Kompetisi Sains 2022 FMIPA Unpatti Tingkat SD, SMP dan SMA memperebutkan piala bergilir Gubernur Maluku, yang dimulai Selasa (29/3/2022).
Lomba dalam rangka Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FMIPA) Unpatti yang ke 24 ini dilaksanakan selama empat hari, 29 Maret – 1 April 2022 bertempat di Auditorium Universitas Pattimura.
Ketua Panitia Dr. Handy E. P. Leimena, S.Si., M.Si dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi yang diberikan FMIPA Unpatti kepada masyarakat di Provinsi Maluku untuk menumbuhkembangkan dan membangkitkan minat para siswa terhadap bidang ilmu dasar.
Sekaligus pula sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Maluku.
Dengan mempertimbangkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dibutuhkan penguasaan terhadap bidang-bidang ilmu dasar.
“Penguasaan terhadap bidang-bidang ilmu dasar adalah modal utama untuk membangun percepatan pembangunan nasional terkhususnya percepatan pembangunan di provinsi ini,” tegasnya.
Total jumlah pesertanya sebanyak 1483 orang yang terdiri dari 714 siswa dari 100 SD se – Maluku dengan mata lomba yang diuji yaitu Matematika dan IPA .
Kemudian, 505 siswa 50 SMP se-Provinsi Maluku dengan mata lomba yang di ujikan yaitu Biologi, Fisika dan Matematika.
Dan 264 siswa 25 SMA se-Provinsi Maluku dengan mata lomba yang di ujikan yaitu Matematika, Fisika, Komputer, Statistika, Astronomi, Kebumian, Biologi, dan Kimia.
Dr. Leimena mengucapkan terimakasih atas partisipasi dari semua sekolah yang turut dalam acara perlombaan ini dan para sponsor juga panitia yang ikut serta mensukseskan kegiatan ini.
Rektor Unpatti yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya sekaligus membuka Kompetisi Sains FMIPA 2022 mengatakan proses kompetisi dibidang IPTEK sejak dini menjadi salah satu indikator untuk menumbuhkan kualitas sumber daya manusia, dengan demikain kita akan terhindar dari kesalahan berjenjang yang sering di labelkan pada sekolah maupun perguruan tinggi.
“Seringkali SMP menyalahkan SD bahwa lulusannya tidak baik, SMA menyalahkan SMP bahwa lulusannya tidak berkualitas dan Perguruan Tinggi menyalahkan SMA karena lulusannya tidak berbobot, kita akan saling menyalahkan tanpa ada ujungnya. Sesuai dengan Visi pendidikan Indonesia maka kita harus menggerakan pendidikan di negara ini untuk mewujudkan apa yang kita kenal sebagai cita-cita pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju berdaulat, mandiri dan memiliki kepribadian pelajar pancasila dengan enam karakternya yaitu beriman dan ketakwaan, mandiri, keatif, kritis, berjiwa gotongroyong dan kebinekaan global,” tuturnya.
Lanjut Prof Leiwakabessy, kompetisi bidang Sains merupakan basic dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan jika tidak menguasai IPTEK maka pembangunan bangsa ini akan tertinggal.
Dasar dari Ilmu Pengetahuan dan teknologi berasal dari Ilmu MIPA (matematika, fisika, biologi, kimia) yang adalah indikator utama dari kemampuan berpikir kritis dari para siswa.
“Dengan kompetisi sains akan melahirkan sumber daya manusia yang sejak dini ditempa agar bisa mandiri dalam kompetisi, dalam belajar, berfikir kritis dan akan memiliki masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Prof. Leiwakabessy memberikan apresiasi kepada Fakultas MIPA yang sudah 13 kali melakukan kompetisi Sains, para pemenang pada jenjang SMA yang merupakan siswa-siswa terbaik bisa langsung melanjutkan Pendidikannya di Unpatti tanpa tes pada jalur Mandiri dengan kebijakan tertentu.
Hal ini karena Unpatti merupakan perguruan tinggi negeri yang memiliki kualitas pendidikantidak kalah dengan universitas terbaik di Indonesia.
“Dari kompetisi ini kita mendapatkan anak- anak unggulan Provinsi Maluku yang akan berkuliah di Universitas Pattimura sehingga pimpinan masa depan daerah maupun negara ini lahir dari kampus ini,” tukasnya.
UPT































