Koreri.com, Ambon – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 8 desa dan satu negeri Kota Ambon resmi berlangsung Kamis (7/4/2022).
Salah satunya, Pilkades Poka di Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Lima calon kepala desa (Calkades) masing-masing Randy Titawano dengan nomor satu, Marthina Kelbulan (2), Salma (3), Jacub Lainsaputty,SH (4) dan Meichoir Serhalawan, S.Sos (5) bertarung pada ajang pesta demokrasi tersebut.
Hasil akhirnya, Calkades Marthina Kelbulan mengungguli empat pesaingnya dengan keunggulan suara mutlak.
Kelbulan berhasil meraup suara 627, mengalahkan Randy Titawano (389), Salma (599) Jacub Lainsaputty, SH (268) dan Meichoir Serhalawan,S. Sos (540).
Pantauan lapangan, Pilkades Poka berlangsung ketat. Pasalnya, dalam penghitungan suara hingga selesai pada pukul 16 : 00 WIT, perolehan suara antara calkades nomor urut 2 dan 3 saling susul-menyusul.
Jelang perhitungan akhir Kelbulan berhasil unggul yang tidak begitu jauh dan berselisih 28 suara dengan pesaing terdekatnya Salma.
Pasca terpilih sebagai Kades Poka, Marthina menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pendukung, keluarga dan seluruh masyarakat yang mana telah bekerja keras dalam waktu yang bengitu singkat untuk memenangkan dirinya.
“Tak henti – henti saya panjatkan doa kepada Tuhan Yesus yang mana saya telah melalui proses demi proses hingga tahap akhir hari ini dengan membawa keberhasilan. Dan ini adalah karena kerja keras kita bersama,” tandasnya kepada media ini, dikediamanya Kamis (7/4/22) malam.
Marthina sekali lagi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada semua pihak.
“Apresiasi dan ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang sudah mempercayai saya untuk memimpin desa ini. PR buat saya pertama itu akan menyatukan semua menjadi satu. Kemarin kita menjadi kotak – kotak atau kelompok – kelompok, tapi besok mari kita menjadi satu kotak bersama – sama membangun Poka ini bersama,” tandasnya.
Terkait visi – misi kedepan untuk desa Poka ini, Marthina memastikan hal itu akan disosialisasikan kepada masyarakat.
Marthina bertekad Desa Poka yang religus yang harus ditunjukan kepada masyarakat Kota Ambon maupun Maluku hingga di mata dunia.
“Kedepan juga kita bisa melihat kesejahteraan dan kita tahu semua orang berbicara untuk kesejahteraan. Maka itu saya mau desa Poka ke depan sejahtera dalam artian kita kembangkan potensi sumber daya manusia yang ada. Itu yang pertama kita harus kita lakukan.
Marthina juga mengajak jajarannya untuk tidak menunggu anggaran dari pusat, karena dirinya tidak tahu anggaran dari daerah maupun pusat tahun – tahun itu ada atau tidak.
“Mari kita kembangkan potensi yang ada dan kita olah bersama-sama sehingga masyarakat ini bisa mandiri. Jadi kita bicara Poka religius, sejahtera dan mandiri karena mandiri itu kita harus bentuk mereka dari sekarang,” tandasnya.
Kedepan ini juga Poka bisa menjadi Desa inovasi dimana masyarakatnya harus menerima perkembangan teknologi digital.
“Mau tidak mau, masyarakat harus terima itu guna membantu perkembangan mereka di desa ini. Karena digital itu teknologi tidak pernah mati akan terus berinovasi. Mereka harus terima perkembangan yang terjadi baik khususnya dalam pelayanan karena itu sangat penting dan kita akan buat supaya masyarakat bisa mengakseskan itu,” tegasnya.
Olehnya itu, Marthina mengajak semua pihak untuk bekerja sama demi kemajuan desa Poka yang lebih baik.
“Jadi untuk semua ini bisa berjalan, saya butuh satu kerjasama semua pihak agar desa ini bisa maju. Saya butuh dorongan dari semua pihak agar desa ini bisa lebih berkembang dari desa – desa lain yang ada di kota Ambon,” pungkasnya.
JFL
