DPRD Maybrat Bantah Frenky Nauw Serang Posramil Mare, Ini Penjelasannya

WhatsApp Image 2022 04 19 at 06.05.58
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen., A.Md.Tek bersama Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Hary Ismail dan Jajaran Pejabat TNI Kodim Maybrat di Posramil Mare, Kampung Suswa, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Senin (18/4/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com,Maybrat- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat Asal Mare Yonas Yewen,A.Md.Tek membatah dengan tegas sejumlah pemberitaan di media penyerangan Pos Koramil (Posramil) Mare, Kodim 1809/Maybrat yang berlokasi di Kampung Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Minggu (17/4/2022) oleh Frengky Nauw.

Ketua fraksi NasDem DPRD Kabupaten Maybrat itu menegaskan bahwa sesuai data lapangan yang disaksikan semua pihak baik Warga, Saksi mata, Pastor Pra Paroki Mare, dan pihak Koramil TNI-AD setempat tidak sesuai atau tidak benar dengan pemberitaan yang disampaikan sejumlah media.

Yewen menilai bahwa pemberitaan yang disampaikan ke publik bahwa Frengky Nauw yang juga BAPERKAM Kampung Nafasi menyerang pos koramil sangat menyudutkanmnya sebagai warga Mare.

Dijelaskan politisi Muda ini bahwa kronoligis kejadian ini berawal dari Pesta Miras bersama sesama warga Kampung Nafasi yang saat itu mereka sedang mengikuti Perayaan Hari Raya Paskah bersama diikuti 9 kampung berpusat di Kampung Suswa.

Mereka itu adalah FMN, MN, BB, MY, FN semuanya warga kampung Nafasi Distrik Mare. Lalu BB melakukan pukulan terhadap YN adalah istrinya lantaran minta uang tambah Minum lagi. Keluarga YN tidak menerima atas aksi pemukulan dilakukan BB.

“Selanjutnya, FMN, MN mereka kroyok BB, BB merasa sakit mencari FMN dan MN tidak ada, ketika BB melakuan pukulan tiba-tiba ke FN (Frengky Nauw) hingga jatuh tersungkur,” jelas Yonas Yewen melalui siaran persnya yang diterima media ini, Selasa (19/4/2022) pagi.

Tidak terima karena tidak tahu persoalan tiba-tiba dipukul, Frengky Nauw mengambil parang dan mengejar BB yaitu saat itu minta perlindungan diri di Pos Koramil. Meski berlindung di Pos Koramil Korban tetap kejar.

Karena situasi malam kemudian Frengky dalam kondisi dipengaruhi miras dan pegang parang akhinya dinilai Koramil merasa membahayakan akhirnya anggota di Pos Koramil Mare beberapa kali membuang tembakan peringatan dan masih melawan akhirnya dilumpukan.

“Perlu Saya luruskan agar jangan membuat berita yang kurang sejuk, tidak sesuai kejadiaan dan locus atau tempat kejadian di Suswa bukan di Kampung Nafasi,” tegas Yonas dengan harapan jangan memberikan informasi yang membuat Maybrat tidak kondusif.

Lebih lanjut, kejadian tersebut begitu letupan senjata langsung Pastor Pra Paroki Mare berlari menuju pos koramil melihat korban sekitar pukul 02.00 WIT sudah terlentang dengan berlumuran darah.

“begitu dengan tembakan peringatan dan tembak mengena Frengki Nauw langsung Pastor Pra Paroki Mare langgsung menuju Pos Koramil jam 02 malam WIT. Namun sempat ditolak koramil Akhinya pastor mengakat tangan mengatakan saya pastor,  saya pastor, Saya Pastor dan Pastor meliihat posisi Frengky Nauw sudah terlentang dan berlumuran darah. Pak Pastor berusaha membangunkan Ibu Kapus Mare untuk mengevakuasi FN dengan mobil ambulance Puskesmas Mare menuju Puskes Ayamaru dan selanjutnya dirujukan ke RSUD Shocol Keyen, Sorong Selatan.” Ujar mantan Wartawan ini.

Selanjutnya,  Proses pengambilan data dan informasi di Tempat Kejadian Perakara (TKP) di mediasi Anggota DPRD Maybrat Dapil Yumasssesss Raya dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD berjalan aman dan kondusif pasca tragedi di pos Koramil Mare.

“DPRD Kab. Maybrat lalu menyerap aspirasi, mendengar cerita kesaksian kronologis kejadian itu, baik dari pihak pastor Pra Paroki Mare, Masyarat, Mahasiswa dan pihak Koramil Mare,  Pak Drs. Matheus Basna, M. Si., Fraksi Golkar, Naftali Hara Fraksi Demokrat dan Yonas Yewen., A. Md.Tek., Ketua Fraksi NasDem dan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Maybrat Habel Howay, S. Sos., berlangsung aman dan tertib.” ungkapnya.

Selesai menerima aspirasi, Ketua Fraksi NasDem DPRD dan anak Asli Mare itu bertemu langsung dgn Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Hary Ismail dan Jajaran Pejabat TNI Kodim Maybrat di Posramil Mare, Kampung Suswa, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Senin (18/4/2022) kemarin.

” Pada prinsipnya kita komitmen jaga keamanan, saya sampaikan Pak Dandim bahwa aspirasi rakyat sdh diterima DPRD, ada kronologis jga, kita lakukan ceak and Balance kemudian akan ditindaklanjuti secara kelembagaan bersama Eksekutif, Legeslatif dan TNI untuk menyelesaikan masalah tersebut ” ungkapnya.

“Pak Dandim juga menyampaikan apresiasi, kepada masyarakat Mare, pak dandim juga menyampaikan kondisi terkini Frengky Nauw sudah pulih dan selamat. Semua ditangani Dandim 1809/Maybrat.” ungkap Yonas Yewen  sesuai penyelasan pak Dandim.

Daerah Mare selama ini aman dan Tertib, Kata Ypnas Yewen, memang banyak setempat banyak tewas ditembak sejak perebutan Irian Barat antara Belanda dan Indonesia, akhinya Indonesia memenangkan Penentuan Pendapatan Rakyat (Pepera)/New York Angremen tahun 1969 dengan Resolusi PBB No.2504 selanjutnya Irian Barat (Papua sekarang) menjadi bagian Republik Indonesia.  Baru terjadi Rakyat Mare kena Timah Panas dan tidak pernah terjadi seperti ini dan baru terjadi tahun 2022.

“Kami berharap Rakyat tetap tenang, Pak Dandim sudah urus Pak Frengki Nauw, Kita jaga keamanan, Stop Miras. Pelaku Penjualan Minuman Ilegal tidak memiliki ijin, agar penegak hukum menindak, sebab Miras adalah akar dari segala kejahatan ” pinta Alumini Uncen Jayapura itu.

KENN