Koreri.com, Manokwari – Berlokasi di Pulau Raimuti Arfai Pantai, Aktivitas Sosial Keagamaan oleh Kepala Kantor Wilayah (Ka. Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor, bersama jajarannya spontanitas terlibat dalam kegiatan penananaman Mangrove bersama Komunitas Mangrove Sowi Pantai (Sopan) yang diharapkan tuntas hingga Minggu, 17/07/2022.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor mengatakan bahwa sebagai makhluk ciptaan Tuhan, tugas kita dalam melestarikan lingkungan adalah dengan upaya kita menanam, kita menyiram, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan.
Lanjutnya, “sebagai bentuk upaya tersebut, ia bersama jajarannya bersedia dan siap menjadi bagian dari Komunitas Mangrove (Sopan) dengan tujuan sinergitas informasi guna keberlanjutan pelestarian Mangrove yang merupakan tanggung jawab bersama”.
Baca Juga: Tanam 100 Pohon Manggrove, Komunitas SORNADO Ajak Millenial Supiori Peduli Lingkungan
“Ada suatu gerakan disemua bentuk aktivitas sosial kemasyarakatan termasuk Mangrove yang tidak saja dijadikan sebagai gaya hidup, tetapi menjadi suatu kegemaran, maka saya sebut dengan istilah GEMAR PAPEDA (Gerakan Masyarakat Papua Penuh Damai) dan akan menjadi agenda rutin setiap bulannya bagi Kanwil Kemenag Papua Barat”, jelas Luksen Mayor.
Menyambut hangat ungkapan Ka. Kanwil, Agus Stepanus Fonataba, Ketua Komunitas Mangrove Sowi Pantai, menyampaikan terima kasih atas partisipasi dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat.
“Semua ini adalah rencana Tuhan sehingga semua aktivitas yang kita lakukan bersama-sama-saat ini dapat berjalan dan tidak sampai disini saja, tetapi lebih daripada itu, kita dapat terus berkolaborasi dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan peduli lingkungan lainnya,” terang Fonataba.
Baca Juga: Rangkaian HPN 2022, KLH dan PWI Pusat Gelar Workhsop Rehabilitasi Mangrove
Disela-sela perbincangan, Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat ungkapkan sukacita bersama jajarannya dengan terlibat langsung ikut menjaga lingkungan pesisir pantai Arfai dan pulau Raimuti yang terdegradasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan DLHP Kabupaten Manokwari yang juga merupakan Pembina Komunitas Mangrove “Sopan”, Yohanes Ada’ Lebang, menjelaskan bahwa rehabilitasi ekosistem Mangrove dapat memberikan keuntungan sosial, ekonomi dan ekologis bagi masyarakat lokal dengan mengangkat komoditi potensi ekosistem pesisir masyarakat sebagai aktivitas ekonomi kreatif menuju kemandirian keluarga.
Lebang menerangkan bahwa sekitar 2.000 anakan Mangrove jenis Conneratia maupun Rhizophora disiapkan oleh Komunitas Mangrove “Sopan”, dan kami targetkan pada hari Minggu seluruh pekerjaan yang kami kerjakan dapat terselesaikan yang tentunya dengan dukungan semua pihak terutama pemilik hak ulayat dan warga masyarakat pesisir pantai Arfai harus juga membantu dalam hal pengawasan pemeliharaannya.
Baca Juga: Wamen LHK Harap SOPAN Manokwari Jadi Kawasan Wisata Mangrove
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari dan Masyarakat serta Komunitas Mangrove “Sopan”, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Agama Papua Barat atas partisipasi dan kepedulian serta komitmennya, sehingga seluruh proses penanaman Mangrove dapat terselesaikan secara baik. Semoga teladan yang baik ini dapat menjadi perhatian seluruh pemangku kebijakan di atas Tanah Arfak tercinta untuk berkolaborasi dan sinergitas menjaga lingkungan hidup” lanjut Lebang,
“Selain memiliki manfaat sebagai sumber oksigen, Mangrove juga memiliki berbagai manfaat karena dapat diolah menjadi sampo, dodol, sabun mandi, kain batik bahkan dapat diolah menjadi tepung”, ujar Joe Lebang, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, Lebang : Tingkatkan Sosialisasi Pentingnya Jaga Lingkungan
Usai melakukan penanaman di Pulau Raimuti dan pesisir Pantai Arfai, Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat, menyampaikan komitmennya bahwa pengalaman iman yang didapatkan ini harus dibagikan kepada sesama sehingga kedepannya ada satu hari setiap bulannya ditetapkan, tidak khusus pada Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat tetapi sampai pada Kabupaten dan Kota dalam menerapkan apa yang disebut Kinerja Sosial Masyarakat dengan maksud dapat berkolaborasi langsung dengan lingkup generasi muda dan masyarakat.
“Tanam pohon merupakan perintah Tuhan. Oleh karena itu, ini merupakan salah satu bagian dari aktivitas sosial keagamaan dan secara fungsional melekat dalam kerja seharian kawan-kawan Kementrian Agama”, tegas Luksen.
RLS



















