Kampus Universitas Victory Sorong Dapat Perhatian Khusus Pemerintah

Pj Wali Kota Sorong George Yarangga,A.Pi.,M.M meninjau Kampus Universitas Victory Sorong yang terendam Banjir, Jumat (26/8/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Sorong – Hujan deras mengakibatkan banjir dan longsor yang menimpa hampir seluruh wilayah di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (22/8/2022) malam hingga Selasa (23/8/2022) lalu, sebabkan Kampus Universitas Victory Sorong turut menjadi korban.

Sejumlah fasilitas kampus terendam air setinggi kurang lebih dua meter mengakibatkan rusaknya bangunan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa serta fasilitas pendukung lainnya.

Pj Wali Kota Sorong George Yarangga, A.Pi., M.M setelah menerima buku memori jabatan dalam acara serah terima jabatan Wali Kota Sorong langsung menuju ke kampus Victory untuk meninjau langsung kerusakan yang dialami, Jumat (26/8/2022).

“Kerusakan yaitu ruang kelas, 130 unit komputer rusak berat, 60 unit printer, UPS 80 buah, 300 kursi kuliah, ruangan peradilan semu, termasuk pagar di lingkungan kampus,” jelas Pj Wali Kota George Yarangga kepada media ini melalui telpon selulernya, Sabtu (27/8/2022).

Akibat kerusakan ini, aktifitas kampus Universitas Victory terdampak dimana ratusan mahasiswa yang harus mengikuti ujian skripsi dan mahasiswa baru yang akan mengikuti orientasi pengenalan kampus serta kegiatan civitas terkendala total.

Setelah mengunjungi lokasi banjir di kampus Victory Penjabat Wali Kota Sorong langsung berkoordinasi dengan tim percepatan penanganan banjir dan longsor di Kota Sorong sehingga dapat melaporkan langsung kepada Pj Gubernur Papua Barat.

“Saya harapkan rekomendasi yang disampaikan kepada Pj Gubernur bahwa dengan adanya bencana banjir yang terjadi di lingkungan kampus Victory Sorong dan mengakibatkan kerugian baik sarana maupun prasarana jadi perlu ada perhatian khusus dari pemerintah dan juga pihak-pihak lain,” jelas Yarangga.

Pasalnya, kampus Universitas Victory Sorong juga merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya orang asli Papua.

Meski pembersihan kampus sudah dilakukan tetapi proses belajar mengajar belum dapat dilaksanakan akibat kerusakan fasilitas pendukung.

Untuk membantu civitas akademika Universitas Victory Sorong Pj Wali Kota George Yarangga berharap ada sharing anggaran dari pemerintah pusat, provinsi dan kota Sorong, dan tidak menutup kemungkinan pihak-pihak lain juga berkotribusi membantu.

“Ini persoalan bersama sehingga ada bantuan dari Bapa Pj Gubernur Papua Barat kemudian Pemerintah Kota Sorong. Kami harapkan juga ada bantuan dari pihak lain, supaya juga bisa segera mengatasi persoalan ini. Karena masalah pendidikan ini paling utama sehingga perlu langkah-langkah cepat untuk dilakukan,” ujar Pj Wali Kota Yarangga.

KENN