Tanggapi Berita Miring Soal Dana SMI, Kadis PUPR : Mereka Tidak Mau Maluku Maju

IMG 20220906 WA0004
Ketua Panitia Kalesang Negeri GSS-MI, DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, M.Tech

Koreri.com, Ambon – Program pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI/Persero) senilai 700 miliar telah memberikan manfaat bagi pembangunan di daerah ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, M.Tech.

”Jadi pembangunan infrastruktur sekarang sudah dinikmati masyarakat. Sangat bermanfaat. Program dari PT SMI juga menyerap tenaga kerja dengan baik saat pandemi Covid-19,” terangnya saat ditemui di gedung auditorium Unpatti Ambon, Senin (5/9/2022).

Lanjut Kadis, dana pinjaman SMI ini sebagian besar diperuntukan untuk pembangunan sarana dan prasarana pada 11 kabupaten dan kota di Maluku.

“Kita lihat saja dari dana PT SMI, pembangunan akses jalan mencapai 200 kilo meter kemudian peningkatan jalan yang biasanya hanya 30 kilometer, sekarang kita dapat 200 kilo meter, lewat dana SMI. Jadi outputnya bisa kita dapat secara signifikan,” tandasnya.

Kemudian, Kadis mencontohkan di wilayah Amahusu, Kecamatan Nusaniwe biasanya menjadi langganan banjir. Kemudian mengatasi itu, drainase dibangun di kawasan itu.

“Sekarang sekalipun curah hujan ekstrim kawasan itu, sudah bebas banjir. Lewat sentuhan dana SMI di buat drainase dan hingga sekarang berhasil menekan laju aliran air. Jadi sekarang sudah bebas banjir,” bebernya.

Melalui dana pinjaman SMI yang diberikan kepada Provinsi Maluku ini sejumlah permasalahan bisa teratasi dengan baik.

“Jika akses jalan di Amahusu dan sejumlah daerah lain rusak parah tidak ditangani dengan baik maka pastinya akan hancur pada saat banjir. Dan kita lihat saja, sekarang tidak ada masalah,” tandasnya.

Dengan adanya dana pinjaman dari PT SMI, telah mendukung pembangunan infrastruktur di Maluku terus menggeliat.

”Misalnya di Jakarta semua sudah pakai jalan tol. Itu semua hasil hutang. Kasihan kalau dihitung-hitung bisa 70 tahun baru bangun. Jadi yang bicara banyak soal dana SMI bermasalah itu karena mereka tidak mau Provinsi Maluku ini lebih maju dengan daerah-daerah lain,” kecamnya.

Kadis juga mencontohkan pembangunan akses jalan yang bersumber dari dana PT SMI.

“Jalan di Belakang Kota Ambon, jalan Seri – Hukurilla kemarin kita buka dengan dana SMI. Terus jalan di pulau Haruku, kita buka juga. Kita juga bangun air bersih di Maluku Barat Daya. Banyak pembangunan sarana air bersih yang tidak terekspos misalnya di MBD dan juga ada pembangunan lain juga.
Jadi jangan terlalu memberikan pemberitaan hoax, tapi mari dukunglah kerja-kerja pak Gubernur Maluku dan kita Dinas PUPR,” tekannya.

Kadis bahkan membeberkan jika realisasi dan penyerapan PT SMI Provinsi Maluku menjadi yang terbaik di seluruh Indonesia dan menjadi contoh bagi provinsi lain.

“Kalau daerah lain, penggunaan anggaran dari PT SMI belum berjalan dengan baik. Kalau pinjaman ini berjalan baik maka Dana Alokasi Khusus (DAU) bakal dinaikkan. Kalau kita cuma hanya berharap dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) maka itu sangat kecil, dan kapan bisa terselesaikan. Maka itu kita tetap miskin,” bebernya.

Contoh lainnya, PUPR juga membangun akses jalan demi aksesibilitas masyarakat di daerah-daerah miskin seperti Inamosol, di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

”Akses jalan disana sudah tersambung. Dan jika akses jalan sudah ada, maka daerah yang tadinya miskin akan berdampak pada peningkatan perekonomian. Misalnya, dari bidang pertanian bisa maju karena akses mobilitas bahan pangan untuk di jual ke pasaran lebih mudah,” sambungnya seraya menambahkan daerah yang terisolasi dan miskin kini sekarang sudah maju.

“Kemarin kita lihat progresnya daerah tersebut yang dahulu merah sekarang kuning dalam artinya sudah berkembang. Maka dari itu marilah kita selaku orang Maluku mari bersama-sama bangun daerah ini dan terus menjadi daerah maju,” pungkasnya.

JFL