Trotoar di Ambon Jadi Wahana Baru Anak-anak Dimusim Penghujan

IMG 20210422 105531

Koreri.com, Ambon – Pembangunan trotoar yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku menggunakan anggaran pinjaman Rp700 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kembali menuai kritikan dari masyarakat di media sosial.

Bagi daerah lain, fungsi trotoar diperuntukan untuk pejalan kaki, namun lain di Kota Ambon.

Itu menjadi wahana baru bagi anak-anak untuk bermain.

Dari video yang diunggah akun Vicky Miru Benjamin di media sosial, terlihat anak-anak sangat menikmati keberadaan trotoar berubin tegel licin ini untuk bermain perosotan, tanpa menggunakan celana di trotoar yang berada di kawasan Jl. AM Sangadji.

Video ini kemudian viral, sehingga menuai kritikan pedas serta bulian dari warganet terhadap proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Maluku ini.

Salah satunya, akun Joseph A. Musilia kolom komentar mengatakan video anak-anak ini membuktikan trotoar yang ditulis Ambon City of Music ini tidak layak bagi pejalan kaki, apalagi di musim penghujan.

“Itu berarti acc proyek tra ada otak,” ucapnya dalam dialeg khas Ambon.

Di seluruh dunia seng (tidak) ada trotoar yang begini dengab hastag #orangwarassengbagini.

Bahkan ada yang mengatakan proyek abal-abal.

Tak hanya kecaman, bulian terhadap proyek kebangaan pemerintah provinsi Maluku ini juga datang dari warganet, dengan berbagai komentar,

“Wahana ini setiap hujan di jalan-jalan orang tatua jangan lupa wahana gratis agar jangan lupa bawa anak-anak”

“Ternyata ada manfaatnya juga,” diiringi emoji tertawa.

Ada juga warganet yang merasa prihatin melihat aksi anak-anak ini, dikarenakan sangat membahayakan, apalagi di samping jalan dengan arus transportasi yang cukup tinggi.

Apa yang terjadi saat ini, berbanding terbalik dengan pernyataan Sekretaris Dinas PUPR Maluku, Affandy Hasanusi, bahwa pekerjaan trotoar terbuat dari bahan granit anti slip.

IDI