Respon Program Kemendes PDTT, Bupati kasihiw Langsung Tinjau Lokasi

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T didampingi Kepala Dinas PMK Teluk Bintuni Drs Haris Kaitam tinjau lokasi Rumah Produksi Perikanan di SP 1 Manimeri, Teluk Bintuni, Selasa (15/11/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Bintuni– Merespon program kementrian desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T langsung tinjau lokasi yang akan dijadikan rumah produksi pembuatan makanan kaleng berbahan baku ikan manyong (ikan sembilan),ikan Congge , Kepiting dan udang.

Didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Pemkab Teluk Bintuni Drs Haris Tahir Kaitam, Bupati Kasihiw mengunjungi lokasi yang berada di depan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemotongan hewan qurban yang beralamat di Jalan masuk SMK Negeri 1 Bintuni, SP 1 , distrik Manimeri, Selasa (15/11/2022).

Kepada wartawan orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni ini mengatakan, untuk mendorong ekonomi di wilayah desa atau kampung, sudah itu menjadi tugas utama dari kementrian Desa daerah tertinggal dan harus ada inovasi.

“Inovasi ini diprioritaskan kepada bagaimana peningkatan BUMDES yang ada di Bintuni ini kita akan infentarisir ulang dan bina ulang terutama untuk BUMDES yang telah siap oprasional. BUMDES ini akan di dorong untuk bagaimana meningkatkan BUMDES ini sendiri tetapi juga ekonomi masyarakat pada umumnya,” katanya.

Beberapa potensi Teluk Bintuni yang telah didengar, masukan dari Direktur PDTT Ir Sofyan Hanafi,M.Si juga tim dari Pemda Demak Jawa tengah, ternyata ada ikan yang mirip ada disana dan menjadi pasaran dunia.

“Saya sore ini meninjau beberapa tempat lokasi, kebetulan ini ada di lokasi yang tadinya kita akan gunakan untuk RPH, namun RPH ini belum jalan jalan karena manajemennya cukup rumit sehingga saya arahkan supaya kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan Kampung Kabupaten Teluk Bintuni dengan teman teman supaya berkordinasi dengan Dinas pertanian. Supaya tempat ini di alih pungsikan dari RPH menjadi Rumah Produksi yang nantinya akan mengelola beberapa produk seperti ikan asap, congge dan ikan sembilang tetapi juga dalam bentuk kaleng,” ujarnya.

Bantuan mesin produksi sari Pemprov Papua Barat dan jugapemerintah pusat sudah ada, dalam waktu dekat tempat ini dapat disulap secepatnya, menjadi rumah produksi perikanan yang nantinya akan menjadi ciri khas Bintuni, akan dipasarkan diluar.

Petrus Kasihiw ingin supaya dalam tahun 2022 ini sudah ada bentuk, mesin sudah masuk di tempat dan ruangan dapat difungsikan ssehingga bulan Januari tahun 2023 sudah bisa diproduksi.

“Tempat ini akan membutuhkan tenaga kerja, akan diambil dari warga masyarakat Teluk Bintuni, itu tenaga kerja di wilayah produksi ini tapi juga akan menyerap tenaga kerja atau nelayan yang melaut yang mereka nanti akan tangkap udang kepiting, tangkap ikan itu nanti membawa kesini, jadi pasarnya jelas masyarakat tidak perlu sibuk cari jual pikul, semua yang mereka tangkap udang, kepiting, ikan, congge ikan sembilang akan bawa kesini langsung di bayar, langsung di proses. Jadi ekonomi hidup, nelayan juga hidup. Transportasi juga hidup dan ekonomi daerah juga tumbuh karena Bintuni sudah punya brending, punya merk industri yang bisa kita jual,” pungkasnya.

Bupati Teluk Bintuni akan bertemu dengan Bupati Demak untuk membahas tentang MoU sehingga hasil produksi disini dapat dipasarkan di sana, pasarnya sudah jelas tinggal setiap bulan mampu produksi antar kesana lalu mereka yang pasarkan.

“MoU dengan kabupaten Demak Secepatnya, kalau bisa tahun ini saya harus ketemu atau paling lambat awal tahun depan kita harus tandatangani MOU kerjasama. Sister ples ( desa kembar) jadi yang di harapkan tahun 2024 itu kita Bintuni sudah tidak lagi menjadi daerah Tertinggal,” tambahnya.

KENN