as




as

Kolaborasi Pemda Teluk Bintuni – Demak Genjot Inovasi Pengembangan Industri Masyarakat

Koreri.com, Bintuni – Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Demak, Jawa Tengah menggenjot inovasi pengembangan hasil pencarian dari masyarakat, dan inovasi ini digenjot melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.

Bentuk Kerjasama antar daerah ini dibawah koordinator Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Ini menggenjot inovasi pemberdayaan pengalengan.

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T mengapresiasi program kerja yang dilaksanakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung setempat yang sudah menjabarkan pikiran kepada daerah sehingga masyarakat bisa berinovasi dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi.

Kasihiw mengatakan, pemberdayaan ini tidak bisa berharap dari masyarakat saja tetapi pemerintah harus menyiapkan fasilitas kemudian membangun jejaring dengan kelompok-kelompok usaha (masyarakat).

“Ide itu yang sekarang diwujudnyatakan dalam bentuk industri pengalengan ini,” kata Bupati Petrus Kasihiw kepada wartawan saat berkunjung ke perusahan pengalengan di SP 1, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/1/2023).

Untuk mendukung pengembangan pengalengan hasil laut di Teluk Bintuni kedepan, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui OPD teknis membantu pengadaan fasilitas. Karena itu kerja sama seperti ini harus dibangun terus sehingga kedepan produk inovasi ini diproduksi maka dipasarkan keluar daerah, yang pastinya dibantu Pemda Demak.

“Dengan semua jejaringnya disana, ada kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha, apalagi kebutuhan ikan di pulau Jawa juga sangat tinggi sehingga hasil dari Bintuni yaitu Ikan, udang, dan kepiting laris disana,” ujarnya.

Sementara itu bagian Pemasaran dari Pemda Demak, Jawa Tengah Tejo Purwoto mengatakan, pihaknya akan membantu memasarkan hasil industri pengalengan hasil laut ke luar Jawa, tetapi hasil awal dipasarkan di Teluk Bintuni dan kabupaten tetangga.

“Ada 6 produk pengalengan hasil laut yang sudah punya ijin untuk dipasarkan,” jelas Tejo Purwanto.

KENN