Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Hormati Penegakan Hukum Tersangka LE

IMG 20230120 WA0012
Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku / Foto: Ist

Koreri.com, Jayapura – Tokoh agama Papua meminta semua pihak menghormati proses penegakkan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tersangka gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe (LE).

Ketua Forum Kominikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Pendeta Alberth Yoku, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk tetap menjaga kondusifitas Tanah Papua pasca penangkapan tersangka Gubernur Lukas Enembe dan upaya penegakan hukum oleh KPK.

Menurutnya, proses hukum terhadap Lukas Enembe biarlah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, dan menjadi pembelajaran bagi semua agar berhati-hati dalam mengelola anggaran.

“Terkait kasus hukum bapak Lukas hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, kita harus menghormati proses hukum itu.

Siapa saja yang melanggar hukum, tentunya harus hadapi konsekuensinya. Ini harus diselesaikan, supaya kebenaran-kebenaran dapat terlihat,” kata Pdt. Alberth Yoku dalam keterangannya, Kamis (19/1/2023).

“Terutama generasi muda Papua, Pemuda gereja, tokoh adat, Pemuda yang sudah kerja di Pemerintahan, mari kita kerja takut Tuhan, dan cukupkan dirimu dengan apa yang kamu punya.

Jangan berlebihan, supaya tidak kena kasus seperti yang saat ini terjadi terhadap bapak Lukas Enembe, “sambungnya.

Terlepas dari kasus tersebut, dirinya mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas Papua, karena dikatakannya, aman dan damai adalah ajaran yang disampaikan Tuhan melalui Injil.

“Kita harus tetap menjaga tanah Papua sebagai tanah damai, karena tanah damai ini bukan kita terima karena slogan-slogan di Tanah Papua, tapi sebagai Umat Kristen di Tanah Papua, kita diajar oleh Tuhan Yesus dalam Mathius 5 Ayat 9, bahwa “Berbahagialah orang yang membawa damai. Oleh karena itu misi kedamaian di Tanah Papua adalah misi misionaris, misi dari Iman kita,”ucapnya lagi.

Terlebih kata dia, di Papua saat ini tengah menyambut Hari Pekabaran Injil (HPI) 5 Februari mendatang. Sebagai Umat Tuhan tentu mencintai adanya kedamaian.

“Menjelang 5 Februari perayaan HPI, mari kita tetap menjaga suasana damai di Tanah Papua dengan terang Injil, karena Injil itu kabar baik, dan Injil itu sumber kedamaian bagi kita semua. Selamat menyongsong Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua,”pungkasnya.

VER