Koreri.com, Manokwari – Untuk mengantisipasi krisis ekonomi dan krisis pangan yang terjadi akhir-akhir ini maka kebijakan Presiden Joko Widodo kepada semua pemerintah daerah untuk menggunakan lahan tidur mewujudkan lumbung pangan.
Merespon kebijakan presiden itu maka Pemerintah Papua Barat (PB) membangun Manokwari lumbung pangan dengan melakukan panen sawah meningkatkan stabilitas stock bahan pangan di Provinsi ini.
Dimana sebelumnya Pj Gubernur PB Drs. Paulus Waterpauw, M.Si bersama Menteri Pertanian RI Syarul Yasin Limpo dan Bupati Manokwari Hermus Indou lakukan penanaman padi sawah di 277 hektare yang sudah dicanangkan pada masa tanam II tahun 2022-2023
Dari 277 hektare di Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat itu sudah dilakukan pemanenan pada 177 hektare dan kali ini seluas 100 hektare oleh Pj Gubernur bersama Forkopimda Papua Barat, Senin (20/2/2023.)
“Ada semangat bersama melalui kebijakan presiden untuk melihat kepentingan dalam rangka mengantisipasi krisis ekonomi dan pangan, hal ini memberikan pesan penting kepada masyarakat untuk terus melakukan penanaman pangan guna antisipasi krisis pangan khususnya beras sebab menjadi makanan pokok utama masyarakat,” Ucap Waterpauw kepada awak media usai memanen padi menggunakan mesin.
Waterpauw menggerakan orang asli Papua (OAP) untuk terlibat langsung dalam mewujudkan Manokwari lumbung pangan di Papua Barat, sebab mereka juga memiliki lahan karena itu berkolaborasi bersama untuk bangun pertanian yang signifikan
“Kita juga mendorong untuk ada embung-umbung di bangun untuk membantu perairan bagi para petani,” tandas Pj Gubernur.
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura PB Dr Yakop Fonataba dalam laporannya menjelaskan bahwa sebelum adanya pemekaran wilayah Papua Barat Daya, luas lahan padi di Papua Barat sebesar 11 ribu hektare.
Namun setelah adanya pemekaran maka luasan padi sawah 5.015 hektare. 5.015 hektare ini terdapat di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak dan Kaimana.
Khusus di Kabupaten Manokwari berada di Distrik Prafi seluas 908 hektare, distrik Masni seluas 934 hektare, distrik Sidey 415 hektare sehingga total luasan lahan padi sebesar 2.257 hektare. Luasan potensial di Kampung Desai sebesar 294 hektare.
“Karena keterbatasan alat panen, sejak 6 Februari sudah dilakukan panen terlebih dahulu. Hasil produksi di Distrik Prafi secara khusus di Kampung Desai sebanyak 5,1 ton per hektare gabah kering panen. Setelah digiling menjadi 2,5 ton beras. jika dikalikan dengan luas tanam seluas 277 hektare 692,5 ton beras,” jelasnya.
Ditambahkan Fonataba, masyarakat masih membutuhkan alat panen, sekitar 10 unit untuk mempercepat proses panen selain itu, masyarakat juga membutuhkan alat tanam padi dan juga pupuk subsidi. Masyarakat berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan petani.
KENN













