Antusias Calon Anggota KPU PBD Tinggi, Timsel : Daftar di SIAKBA 220 Orang

IMG 20230221 WA0005
Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat Daya saat menggelar Konferensi Pers.(Foto : KENN)

Koreri.com, Sorong– Antusias masyarakat Provinsi Papua Barat Daya untuk mengikuti seleksi calon anggota Komisi Pemilhan Umum Provinsi PBD cukup tinggi, berdasarkan jadwal tim seleksi tahapan pendaftaran bakal calon anggota KPU mulai tanggal 16 hingga 21 Februari 2023.

Menjelang berakhirnya tahapan pendaftaran, ternyata sudah banyak orang yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota KPU Papua Barat Daya baik membawa langsung berkasnya ke sekretariat Timsel KPU maupun melalui aplikasi SIAKBA.

Ketua Tim seleksi KPU Papua Barat Daya Thomson Elias didampingi anggota timsel lainnya Bustamin Wahid dan Johanna Kamesrar kepada wartawan di sekretariat Timsel Kota Sorong, Selasa (21/2/23) membenarkan antusiasme warga Papua Barat Daya dalam mengikuti seleksi Komisioner penyelenggara pemilu cukup tinggi.

Terbukti sebelum penutupan ada sekitar 220 akun yang mendaftar melalui aplikasi SIAKBA dan data sementara ada sekitar 56 orang yang telah kembalikan berkas persyaratan seleksi di sekretariatan, Jl Rumberpon Kota Sorong, Papua Barat Daya.

“Penutupan akan berakhir pukul 24.00 WIT hari ini (21/2/23). Berkas fisik sejauh ini belum dapat pastikan karena batas waktu masih panjang. Namun data sementara ada sekitar 50an lebih yang sudah mengantarkan berkas fisik, sementara yang mendaftar melalui aplikasi SIAKBA ada sekitar 220 orang. Dilihat dari jumlah peminat yang cukup tinggi, kemungkinan tidak akan ada perpanjangan pendaftaran sebagaimana jadwal tahapan,” ujar Thomson.

Selanjutnya, usai ditutup pada pukul 24.00 WIT nanti, Timsel akan mulai melakukan penelitian berkas calon anggota KPU PBD, terutama berkas penting seperti ijazah pendidikan, rekomendasi dari pimpinan apabila yang bersangkutan berstatus ASN hingga hal teknis misalnya materai dalam surat pernyataan.

Dosen Universitas Kristen Papua Sorong itu mengaku bahwa dalam pelaksanaan seleksi kali ini yang melalui aplikasi, ada sejumlah pendaftar yang mengalami kesulitan. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan saran masukan agar datang ke sekretariatan Timsel untuk dipandu oleh petugas administrasi dan yang berwenang.

“Kami pun biasa ditelepon ini bagaimana, syarat ini bagaimana dan kami langsung arahkan ke sekretariat untuk ketemu dengan admin dan admin akan menjelaskan cara buat akun kenapa sampai tidak aktif emailnya sampai semua hal teknis. Kita pada dasarnya berharap kiranya penggunaan aplikasi tidak menghambat proses pendaftaran,” imbuh Thomson.

Thomson berharap semua tahapan dapat berlangsung dengan lancar, mulai dari CAT, psikotest, kesehatan, wawancara hingga penetapan 10 besar hasil seleksi.

“Seperti yang kemarin di awal kita disampaikan bahwa kita berharap Kiranya yang menentukan langkah Papua Barat Daya ke depan adalah orang-orang yang punya kualitas yang baik. Timsel bukan penentu segalanya, karena semua keberhasilan ditangan masing-masing pendaftar, mulai dari CAT, Psikotest, kesehatan hingga wawancara. Semuanya akan berproses,” harapnya.

Anggota Timsel KPU PBD Johanna Kamesrar menambahkan, antusias perempuan dalam pendaftaran anggota KPU Papua Barat Daya juga terbilang tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran perempuan dalam berpolitik di Papua Barat Daya cukup tinggi.

RED