Koreri.com, Manokwari– Maraknya presmanisme yang terjadi di ibu kota Provinsi Papua Barat yang meresahkan masyarakat membuat pihak kepolisian mulai serius menghentikan aksi mereka.
Kapolresta Manokwari Komisaris Besar Polisi Rivadin Benny Simangunsong,S.I.K.,M.Si menegaskan pihaknya akan melakukan langkah pertama yaitu razia sejumlah titik yang dianggap rawan dan tempat aksi presmanisme berlangsung dalam waktu dekat ini.
Rivadin menyinggung pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait beberapa tempat yang selama ini menjadi sarangnya para preman bereaksi diantaranya pusat-pusat ekonomi di Kota Manokwari
Kombes Pol. Rivadin Simangunsong mengimbau kepada oknum-oknum tersebut stop melakukan aksi premanisme, jika tidak maka polisi akan tak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan.
“Pekan depan kita razia premanisme. Ini sudah banyak laporan. Yang melakukan, saya peringatkan agar stop,” tegas Kapolresta Manokwari didampingi Wakapolresta Kompol Agustina Sineri bersama sejumlah PJU saat mendengar curhatan dari pejasa ojek di perempatan trafict light Makalo, Jumat (15/9/2023)
Semasa kepemimpinannya di Polresta Manokwari, Simangunsong berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Berbagai tindakan kriminalitas, menjadi atensi khusus bagi seluruh personel.
Ditegaskan Rivadian, Manokwari sebagai Kota Injil harus menjadi barometer bagi wilayah lain di Indonesia, dengan kehidupan sosial yang penuh damai.
“Label Manokwari sebagai kota Injil, harus mengadopsi apa yang dimuat dalam ajaran agama. Harusnya kita lebih tertib, damai dan disiplin,” tandasnya.
KENN
