Koreri.com, Sorong – Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) sinergitas Bank Indonesia – TNI AL dalam menjamin ketersediaan uang di wilayah 3T resmi berakhir.
ERB yang dimulai sejak Januari 2022 di Maluku Utara resmi ditutup di Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Jumat (13/10/2023).
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Harliman Hakim, ketika melepas tim ERB di dermaga pangkalan Komando Armada (Koarmada) III TNI AL , Katapop, Distrik Salawati, Sorong Papua Barat Daya, menjelaskan, “Expedisi Rupiah Berdaulat merupakan salah satu tindak lanjut dari nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Bank Indonesia dengan TNI AL dalam pendistribusian, pengamanan dan pengawalan uang rupiah yang beredar di wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil).”
ERB merupakan upaya strategi dalam rangka memastikan ketersediaan uang rupiah dan layak edar di wilayah 3T
ERB telah berjalan sesuai dengan rencana kesepakatan dengan TNI AL yaitu mencapai 17 provinsi dan 85 pulau dengan jumlah uang yang didistribusi sebesar Rp285 miliar.

“Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan kegiatan sosial dalam bidang Pendidikan, Sosial dan Olahraga,” jelas Harliman.
Dalam sambutan Pangkoormada IIII yang dibacakan Kepala Staf Koormada III, Laksmana Pertama TNI AL Singgih Sugiarto mengatakan kondisi geografis negara Indonesia yang luas dengan sebaran pulau pulau kecil dan terluar menjadi tantangan dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa sehingga diperlukan adanya kerjasama dengan berbagai elemen bangsa, termasuk salah satunya adalah Bank Indonesia.

BI sebagai Bank Sentral bertujuan mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah karena rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga sebagai wujud nyata ajang bela negara.
TNI AL mengerahkan KRI Panah – 626 melakukan tugas pengawalan tim ERB guna pendistribusian uang rupiah ke 5 pulau terluar di Papua Barat ini berlangsung sejak tanggal 13 hingga 19 Oktober
2023.
ZAN






























