Hasil Riset BRIN Ungkap Persoalan Ini Masih Jadi Momok di PBD

IMG 20231209 WA0022

Koreri.com, Sorong – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) telah menerima hasil riset yang dilakukan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), yang penyerahannya berlangsung di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Jumat (8/12/2023).

Hasil riset kolaborasi BRIN dan Bapperida PBD tersebut menghasilkan 6 isu penting, yakni :

1. Kemiskinan Ekstrim
2. Stunting
3. Pendidikan
4. Bantuan Sosial bagi lansia
5. Modal UMKM
6. Literasi

Kepala Bapperida PBD Rahman, S.STP, M.Si mengakui dari data makro di provinsi ini, masalah kemiskinan masih menjadi momok apalagi kalau dilihat dari isu strategis masih berada di atas 30%.

Sementara, angka kemiskinan Kota Sorong sekitar 17%.

“Ini tentu menjadi perhatian kita semua. Dan salah satu diantaranya dengan cara pendekatan berdasarkan data, dividen dan bukti yaitu melalui riset dan inovasi. Makanya ini menjadi satu isu yang kita angkat,” ungkapnya kepada awak media saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Diakui Rahman, hal ini sangat erat kaitannya dengan tiga visi besar bagaimana Papua itu sehat, Papua cerdas dan Papua produktif.

“Maka untuk mewujudkan itu, kita mulai dari produktif dulu karena orang mau bicara sehat, bicara cerdas kalau dia tidak punya penghasilan itu agak sulit. Makanya ini menjadi hal yang penting. Jadi bukan hanya masalah kemiskinan saja tetapi juga masalah pendidikan kemudian pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga literasi dan lain sebagainya,” akuinya.

Termasuk juga masalah beasiswa bagi orang asli Papua (OAP) untuk bagaimana pengembangan SDM Papua ke depan.

Dan salah satu model yang menjadi pertimbangan seperti Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang ditemui di Sorong Selatan, PBD.

“Kenapa anak-anak itu malas sekolah? Karena orang tua ajak pergi melaut, ajak pergi berburu. Kemudian anak-anak ke sekolah dalam keadaan lapar akhirnya dia tidak mau pergi sekolah. Sementara di sekolah sepanjang hari anak-anak mulai dari makan pagi di sekolah kemudian mandi di sekolah, dia belajar dan berdoa kemudian kerjakan PR serta makan siang di sekolah. Jadi pukul 17.00 Wit sore baru pulang sudah tidak ada beban besok pagi dia datang lagi. Ini salah satu contoh,” bebernya.

Nantinya, kata Rahman, akan dipertimbangkan apakah model ini bisa dikembangkan di seluruh Provinsi PBD atau nanti ada model-model yang disesuaikan dengan karakteristik dari setiap kabupaten/kota,” tandasnya.

Penyerahan hasil riset diberikan oleh salah satu peneliti BRIN, Prof. (R). Dr. Mohammad Mulyadi kepada Kepala Bapperida PBD disaksikan tamu yang hadir terdiri dari para pimpinan OPD, perwakilan Universitas/Sekolah Tinggi, Perbankan, NGO/LSM serta awak media.

ZAN

Exit mobile version