Koreri.com, Ambon – Deputi I Bidang Infrastruktur Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menggelar pertemuan dalam rangka percepatan penyelesaian sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah itu, baru-baru ini.
PSN yang bersumber dari SBSN tersebut diantaranya, Bendungan Way Apu, jalan dan jembatan Jembatan Alih Trase Mako Modanmohe, jalan Namrole – Leksula (Pulau Buru) dan Jembatan Simpang Sholat-Ohoiraut (Pulau Kei Besar).
Dikonfirmasi Koreri.com, Senin (5/2/2024), Kasatker PJN Wilayah I Maluku Ida Bagus Artama membenarkan adanya pertemuan itu.
“Memang betul sekali di tanggal 31 januari lalu itu ada monitoring dari kantor Staf Presiden dipimpin Deputi Febry Calvin Tetelepta untuk melakukan monitoring terhadap kegiatan-kegiatan terutama terkait PSN di Balai Jalan Maluku,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya.
Bagus kemudian merincikan tiga kegiatan yang terkait dengan PSN yaitu Bendungan Way Apu serta dua pekerjaan jalan yaitu Namrole – Leksula 1 dan jalan Namrole – Leksula 2.
“Dan pada pertemuan itu saya langsung melaporkan bahwa paket pembangunan jalan Namrole – Leksula 1 di Pulau Buru itu progresnya sudah 72,81 persen dan ini sudah meningkat signifikan dari saat kunjungan Deputi I pada November tahun kemarin. Itu jalan Namrole – Leksula I itu baru 45,27 persen. Jadi intinya sampai dengan 6 Mei 2024 itu pas dengan PHO-nya. Sekarang itu masih tersisa 28 persen, nanti sangat mungkin selesai tepat waktu,” rincinya.
Bagus menambahkan, Jalan Namrole – Leksula 1 ini juga sudah dilakukan pengaspalan sepanjang kurang lebih 8 Kilometer dari total 17 Kilometer target pembangunan jalan tersebut.
“Kalau kendala soal jalan ini tidak ada dan kita berdoa agar bisa berjalan dengan sampai selesai pekerjaannya,” harapnya.
Kemudian lanjut Bagus, untuk jalan Namrole-Leksula 2 baru selesai 28 juni tahun ini.
“Jadi saya mau jelaskan bahwa pada November tahun kemarin saat Deputi I turun meninjau pekerjaan jalan Namrole – Leksula 2 progresnya baru 23 persen.
Sedangkan saat ini pekerjaan di sana sudah hampir selesai dan sudah 48,48 persen. Jadi dengan waktu tersisa kurang lebih lagi sekitar 5 bulan, masih perlu menyelesaikan 50 persen dengan rincian 10 persen sebulan. Jalan ini belum pengaspalan namun pekerjaan galian jalannya sudah mencapai 9 kilometer,” sambungnya.
Bagus melanjutkan, ada satu kegiatan lainnya yang juga terpengaruh oleh Bendungan Way Apu yaitu pembangunan Jembatan Alih Trase Mako Modanmohe.
“Jadi semula jembatan kita tergenang oleh bendungan itu maka kita akan naikan elevase-nya yaitu dari tiga yang tergenang kita naikan menjadi empat jembatan yaitu jembatan Way Apu, jembatan Way Teba, jembatan Rawahain dan jembatan Way Wantaher. Dan dari keempat jembatan tersebut progres di lapangan saat ini sudah cukup bagus dan progresnya itu ada di 51,89 persen,” lanjutnya.
Bagus menyampaikan progres jembatan Way Wantaher saat ini sudah hampir rampung dan ditargetkan pertengahan Februari selesai. Total panjang jembatan ini mencapai 16 meter.
Kemudian, jembatan Way Apu masih dalam proses pembuatan bangunan bawah dan kedua odbudmennya sudah selesai.
“Sedangkan saat ini proses naik pilar jembatan dan target kita untuk Way Apu itu sekitar akhir April sudah selesai. Panjang jembatan Way Apu ini 132 meter,” ujarnya.
Selain Way Apu, ada satu jembatan lainnya yang juga cukup pajang yaitu jembatan Way Teba.
“Way Teba ini masih dalam proses produksi dari rangkanya di Jawa Barat. Mungkin akhir Februari baru kita kirim rangkanya ke lapangan. Kalau jembatan lain rangkanya semua sudah di lapangan dan tidak ada masalah lagi,” bebernya.
Sementara untuk jembatan Rawahain ini sudah dalam proses pembuatan bangunan bawah.
“Bor paelnya sudah hampir selesai dan tinggal satu dua biji saja bor pael. Setelah itu baru naik odbudmenya dan ereksenya ini.
Setelah Mei sudah selesai dan antara Way Wantaher dulu atau Way Apu duluan, nanti kita lihat kesiapan di lapangan. Jembatan ini panjangnya 60 meter,” terangnya.
Terakhir, kata Bagus, jembatan Way Wantaher. Laporan terakhir, jembatan ini sudah ereksen dan sudah persiapan untuk selesai.
Diperkirakan paling lambat akhir Februari 2024 ini. Jembatan ini memiliki panjang 16 meter.
“Jadi sementara ini, kita pihak PJN Wil I Maluku masih menyakini jika tidak ada hal yang menghalangi maka jembatan-jembatan ini akan kita selesai di semester 1 tahun 2024 berbarengan dengan selesainya inpoding bendungan Way Apu,” tandasnya.
Disinggung soal nilai anggaran untuk semua pekerjaan di pulau Buru yang di kerjakan oleh pihak PJN Wil I ini, Bagus mengaku totalnya menghabiskan hampir 800 Miliar yang berasal dari Suku Bunga Syariah Negara (SBSN).
“Karena SBSN itu dari masyarakat dan suku bunga syariah itu dari Dana Tabungan Haji yang dikelola oleh Pemerintah kemudian dipinjamkan kembali oleh negara kemudian mendapat bunga sehingga pelayanan haji menjadi semakin bagus dan sehingga itu dipergunakan untuk mendukung program pembangunan. Salah satunya untuk eletrase dan PSN di Pulau Buru ini,” tuturnya.
Bagus menambahkan, seluruh pekerjaan ini multi years kontrak, mulai tahun lalu dan berakhir semua di pertengahan 2024.
“Dan progresnya sudah cukup bagus, maka kita semua harus berdoa agar tidak terjadi musim hujan yang ekstrim supaya pekerjaan berjalan sesuai dengan kehendak kita dan selesai pada waktunya,” pungkasnya.
JFL