as
as

Gelar Kampanye di Injury Time, Senator Batik Merah Sampaikan Pesan Khusus

M Sanusi Rahanigmas
Calon Anggota DPD Dapil PBD nomor urut 8 M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M.Sip / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Di hari terakhir alias injury time tahapan kampanye terbuka peserta Pemilu tahun 2024, Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Papua Barat Daya nomor urut 8 M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M.Sip menggelar tatap muka bersama warga Kompleks Melati Raya, Kelurahan Klasabi, Distrik Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (10/2/2024).

Ribuan orang memadati tenda kampanye dan tatap muka calon DPD RI di depan rumahnya untuk mendengar langsung isi orasi dari Senator Batik Merah itu.

Kampanye ini diawali dengan orasi dari tokoh masyarakat, sesepuh dan tokoh pemuda di Kompleks Melati Raya.

M. Sanusi yang dikonfirmasi mengaku sengaja dalam berapa waktu ini ketika mulai ditetapkan masa kampanye baik tertutup hingga terbuka ini dirinya memang sengaja menyasar wilayah di luar, kabupaten-kabupaten kemudian daerah-daerah luar dulu.

“Karena Melati Raya ini kan kompleks saya dan juga sebagai basis. Oleh sebab itu, saya putuskan dengan tim beserta staf untuk kita laksanakan kegiatan kampanye di Melati Raya ini di hari terakhir, setelah itu minggu tenang. Artinya supaya segala unek-unek itu kita sampaikan. Besok itu sudah tidak ada kampanye  lagi semua sudah menghadapi minggu tenang,” akuinya kepada Koreri.com, Sabtu (10/2/2024).

“Karena saya yakin dan percaya sekalipun ada orang yang menjelekkan saya di kompleks ini, saya yakin saya ini masih dihargai, masih menjadi pilihan buat masyarakat yang ada di   kompleks Melati Raya ini,” sambung M. Sanusi.

Karena itu, ia mengaku sengaja menjadwalkan kampanye di Melati Raya pada hari terakhir. Dan mendahuluinya, dirinya sudah mengkonfirmasi para orang tua-tua setempat bahwa dirinya akan buat kampanye di  Melati Raya pada hari terakhir karena warga terus bertanya-tanya.

“Dan hari ini kita buktikan bahwa yang hadir luar biasa. Sekitar 700 kursi yang disediakan itu terisi semua. Dan karena memang lingkungannya kecil jadi memang banyak orang tidak sempat datang karena aktivitas lain,” tandasnya.

M Sanusi Rahanigmas2 kampanye
Momen tatap muka bersama warga Kompleks Melati Raya, Kelurahan Klasabi, Distrik Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (10/2/2024) / Foto : KENN

M. Sanusi kembali bersyukur kepada Allah karena terlepas dari suku apapun dan dari mana asalnya tapi kebersamaan selalu terjaga di lingkungan ini dalam hal apapun.

“Karena apa? Yang datang ini adalah murni. Kalau ada orang kampanye di tempat lain kan orang datang mengharapkan mungkin uang duduk tapi kita di kompleks ini alhamdulilah murni dan itu tidak pandang bulu. Yang diundang semua datang pada hari ini dan itu satu hal yang saya syukuri yang menjadi apresiasi karena kita memang orang lama di kompleks ini saling baku tahu juga saling mengenal satu sama yang lain,” bebernya.

Sanusi Rahaningmas pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa pesan kepada massa pendukung yang hadir.

“Yang pertama kita pastikan bahwa kita adalah pemilih. Kemudian pesan yang kedua terlepas dari partai apapun, saya sebagai senator, calon DPD yang independen, saya juga punya kewajiban untuk mengayomi, melindungi saudara-saudara saya, adik-adik saya, siapa saja yang caleg dari lingkungan ini saya punya kewajiban untuk memberikan arahan pada masyarakat untuk memilih mereka. Soal kalah menang itu urusan kedua, tetapi dipastikan bahwa mereka calon dari kompleks ini mereka harus memilih termasuk diri saya,” imbuhnya.

“Saya secara pribadi pun saya menyadari bahwa memang mungkin ada segelintir yang tidak suka tapi bagi saya itu tidak berpengaruh. Tetapi keluarga besar masyarakat ini saya yakin dan percaya masih mendukung,” tambahnya.

M Sanusi Rahanigmas3
Ribuan orang memadati tenda kampanye dan tatap muka guna mendengar langsung isi orasi dari politisi yang khas dengan sebutan Senator Batik Merah ini / Foto : KENN

Oleh sebab itu apa yang dirinya sampaikan dan apa yang disampaikan orang tua-tua yang menjadi penekanan bersama bahwa mudah-mudahan di tanggal 14 Februari nanti keamanan, ketertiban dan stabilitas si lingkungan ini terjaga dengan baik.

Artinya, Pemilu itu boleh beda pendapat tapi hanya sesaat tapi kekeluargaan, sanak saudara akan senantiasa berada di lingkungan ini.

“Sehingga pesan saya, perbedaan itu adalah hal yang wajar, bahkan perbedaan itu satu anugerah tetapi jangan kita jadikan itu sebagai tolak ukur dalam kehidupan kita. Saya sekali lagi apapun partainya, silahkan saya memberikan arahan untuk mendukung mereka, tetapi saya juga berharap semua calon dari partai manapun di lingkungan ini semua untuk DPD, insya Allah semua mengarah kepada saya dan memilih saya,” tandasnya optimis.

Dan yang terpenting juga, di hari H, hari kasih sayang 14 Februari seluruh warga Negara Indonesia betul-betul selektif untuk memberikan suara kepada orang orang yang terdekat, handai taulan yang ada di lingkungan ini.

“Jangan kita jadikan politik ini sebagai sebuah perbedaan tapi kita jadikan politik ini sebagai sebuah pendidikan dan kita harus mengevaluasi diri dan mengntrospeksi diri kita masing-masing dari waktu ke waktu. Sehingga kita bisa berbuat yang lebih baik ke depan. Karena kita semua manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan karena kesempurnaan itu adalah milik Allah Tuhan semata,” pungkasnya.

KENN

as