Koreri.com, Biak – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Kabupaten Biak Numfor (DP3AKB) Biak menggelar kegiatan pelaksanaan mekanisme Operasi Program Bangga Kencana melalui serangkaian aksi mulai dari Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam), Rapat Koordinasi Desa (Rakordes), dan Mini Lokakarya (Minilok) bertempat di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Distrik Samofa Biak, Kamis (4/7/2024)
Hadir pada kegiatan ini, Kepala Distrik Samofa Adam Umar, perwakilan Puskesmas Sumberker, perwakilan kepala kampung dan Kelurahan, perwakilan tim PKK, para kader KB, Bidan serta tamu undangan lainnya
Kepala Distrik Samofa Adam Umar dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini di wilayahnya
“Kegiatan di hari ini sangat penting mengingat kegiatan ini berhubungan dengan masyarakat dan juga data,” ungkapnya.
Ditambahkan, sangat penting terkait data dimana data kependudukan Distrik Samofa pada 2023 lalu sebanyak kurang lebih 35 ribu jiwa dan tahun ini terindikasi terdapat 210 anak terdampak stunting.
Dan angka ini menjadi yang tertinggi di kabupaten Biak Numfor.
“Kalau 2023 angka tertinggi terdampak stunting terdapat di Distrik Biak Timur, mengapa di 2024 ini Distrik Samofa yang justru terdampak? Ini perlu kita cari akar masalahnya dan solusinya,” beber Adam.
Olehnya itu, dirinya berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada dinas terkait khususnya DP3AKB yang senantiasa selalu ada dan memberikan motivasi terkait pengurangan angka stunting di wilayah ini.

Dikatakan, selaku Kepala Distrik mengajak semua pihak yang ada di Distrik Samofa untuk sama-sama berkolaborasi untuk menurunkan stunting di wilayah Samofa seperti yang diharapkan pemerintah
Sementara itu Kepala DP3AKB Biak Johanna Nap dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan mengatakan, kegiatan ini melibatkan semua stakeholder internal juga eksternal seperti para kepala kampung, Kepala Distrik juga melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS Distrik) serta TPPS Kabupaten
“Mini lokakarya ini dilakukan untuk bagaimana melihat atau mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di Distrik Samofa lebih kepada stunting yang terdeteksi mencapai 210 anak lebih tinggi dari distrik-distrik yang lain di Biak Numfor,” ujar Johanna.
Menurut Johanna, terhadap Distrik Samofa dengan stunting tertinggi maka intervensi seperti apa yang harus dilakukan serta harus ada komitmen yang dilaksanakan secara bersama-sama sehingga dari jumlah 210 anak yang terdampak stunting paling tidak bisa diminimalisir turun dari angka itu.
Bahkan harus punya motivasi bahwa di tahun 2025 Distrik Samofa harus Zero atau bebas dari stunting
“Stunting itu sangat berbahaya dan apa yang kita bisa harapkan dari anak-anak kita jika terdampak stunting? Seharusnya kita sudah intervensi hal ini sejak 1000 hari pertama kehidupan,” pungkasnya.
Usai memberikan sambutan Johanna Nap membuka kegiatan ini dengan resmi
HDK
























