Responi Insiden Pemukulan Driver Mitra di Sorong, Ini Sikap Tegas Maxim Indonesia

IMG 20240714 WA0044

Koreri.com, Sorong – Maxim Indonesia selaku aplikator penyedia layanan transportasi daring merespon insiden kekerasan yang dialami mitra driver di Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD) pada Sabtu (13/7/2024) siang lalu.

Respon tersebut menyusul pemberitaan di media Koreri.com dengan judul “Polisi Amankan 2 Pengeroyok Driver Maxim di Sorong, Ini Imbauan Kapolresta” pada tautan https://koreri.com/2024/07/14/polisi-amankan-2-pengeroyok-driver-maxim-di-sorong-ini-imbauan-kapolresta/.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa Maxim tidak membenarkan segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkisme termasuk dalam kasus pemukulan yang dilakukan kepada mitra driver Maxim di Bandara DEO Sorong,” tegas Yuan Ifdal Khoir, Departemen Public Relations Maxim Indonesia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Koreri.com, Selasa (16/7/2024).

Maxim, lanjut dia, akan selalu siap untuk bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk menangani kasus ini dengan membantu menyediakan informasi dan bukti-bukti pendukung lainnya.

“Maxim selaku pihak aplikator penyedia layanan ride hailing di Indonesia akan selalu berupaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan untuk mitra driver dan customer yang menggunakan layanan kami,” lanjut Yuan.

“Oleh karena itu, segala perbuatan yang melanggar norma dan hukum akan kami tindak secara tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kembali tegasnya.

Sebelumnya, insiden pemukulan dialami salah satu driver taksi online Maxim di areal Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya (PBD), Sabtu (13/7/2024) siang.

Jajaran Kepolisian Sorong Kota melalui Tim Resmob Mangewang di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP. Arifal Utama, S. T. K., S. I. K., M. H dan Kanit Resmob AIPTU Dachlan Anny., SH langsung bergerak cepat dan mengamankan terduga 2 pelaku pengeroyok berinisial J dan FS.

“Tadi kita sudah amankan dua terduga pelaku, keduanya supir taksi Bandara DEO,” Ujar Kapolresta Kombes Pol Happy Perdana Yudianto S.IK M.H dalam keterangannnya.

Kronologis yang berhasil dihimpun adalah korban yang notabene ada supir taksi online Maxim mendapat orderan di dalam areal bandara. Kemudian korban menjemput penumpangnya ke dalam.

“Namun secara tiba-tiba, para terduga pelaku mengeroyok korban,’ ungkapnya.

Tak terima dikeroyok, korban melaporkan kejadian ke SPKT Polresta Sorong Kota.

“Kita memang sudah menerima laporan tindak pidananya. Oleh sebab itu, tadi langsung dilakukan penegakan hukum,” tandas Kapolresta.

Diakuinya, sore tadi sempat terjadi ketegangan antara supir taksi online Maxim dan supir taksi bandara sehingga personil dari Polresta Sorong Kota melaksanakan SOP pengamanan tindakan tegas dengan membubarkan aksi tersebut.

“Saya ingatkan kepada siapapun masyarakat yang ada di Kota Sorong, jangan ada aksi balas-balasan atau main hakim sendiri. Kami akan tindak tegas apalagi sampai merusak fasilitas di objek vital seperti bandara,” tegas Kapolresta memperingatkan.

Seperti diketahui di beberapa media sudah sering terjadi konflik dan benturan antara pengemudi taksi online dengan pengemudi taksi bandara.

“Untuk motif kenapa dikeroyok sedang kita selidiki ya,” tukasnya.

RED