Edar Ganja Lewat Jasa Pengiriman di Jayapura: Polisi Ringkus YW, Sita 1,1 Kg BB

IMG 20250502 WA0042

Koreri.com, Jayapura — Peredaran narkotika di Kota Jayapura kembali menunjukkan tingkat kerawanan yang serius.

Terbaru, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengungkap upaya penyelundupan ganja melalui jasa pengiriman.

Seorang pria berinisial YW (21) ditangkap hanya dua jam setelah petugas menemukan 46 paket ganja pada salah satu kantor ekspedisi di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Rabu (30/4/2025) lalu.

IMG 20250502 WA0043Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, menjelaskan bahwa ganja tersebut dikemas dalam dua karton, masing-masing berisi puluhan paket yang dibungkus plastik bening ukuran besar.

“Barang haram itu ditemukan saat pihak jasa pengiriman curiga dan segera melapor ke polisi,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan cepat, tim Kepolisian berhasil melacak keberadaan YW di wilayah APO Bengkel, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Ia ditangkap di lokasi tanpa perlawanan dan saat digeledah, polisi juga menemukan barang bukti (BB) sebanyak 18 paket kecil ganja siap pakai di tubuhnya.

“Total berat bersih ganja yang kami sita dari pelaku mencapai 1,1 kilogram. YW mengakui seluruh barang bukti adalah miliknya,” ujar Kapolresta Maclarimboen dalam konferensi pers di Mapolresta Jayapura Kota, Jumat (2/5/2025).

Dijelaskan, kasus ini menunjukkan bahwa jaringan pengedar narkoba di Jayapura mulai memanfaatkan celah sistem logistik untuk menyamarkan distribusi ganja.

Hal ini menjadi sinyal bahwa kota ini tak lagi sekadar jalur lintas, tetapi juga mulai menjadi titik edar yang aktif.

Atas perbuatannya, YW dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia terancam hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara hingga 20 tahun.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi aparat dan masyarakat akan bahaya laten peredaran ganja di Papua.

Penindakan tegas dan pengawasan ketat terhadap jalur pengiriman logistik kini menjadi keharusan.

TIM