Koreri.com, Jayapura – DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 dimana seluruh elemen bangsa diajak untuk memperkokoh ideologi Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, peringatan ini menjadi panggilan kebangsaan yang semakin relevan di tengah tantangan global dan derasnya arus digitalisasi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila juga beriringan dengan Bulan Bung Karno, yang diperingati sepanjang Juni.
Bulan ini bukan hanya mengenang sosok proklamator, tetapi juga merefleksikan kembali warisan pemikiran Bung Karno yang menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa.
“Kekuatan kita harus tetap bersumber kepada kekuatan rakyat. Tetap apinya semangat rakyat,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano, sesuai pesan yang terus digaungkan oleh Bung Karno dalam perjuangannya merumuskan dasar negara Indonesia.
Diketahuai Pada 29 Mei 1945, dalam sidang BPUPKI, tiga tokoh penting—Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno—mengusulkan konsep dasar negara. Hingga pada 1 Juni 1945, Soekarno secara resmi memperkenalkan lima sila yang kemudian menjadi cikal bakal Pancasila.
Dalam pidatonya, ia berkata:
“Di atas lima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia yang kekal, yang abadi.”
Kelima sila awal versi Soekarno meliputi:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Proses selanjutnya dilanjutkan oleh Panitia Sembilan, yang menyempurnakan rumusan tersebut hingga akhirnya disahkan dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, menjadi Pancasila seperti yang kita kenal saat ini.

Di tengah perubahan zaman, ideologi Pancasila menghadapi tantangan baru. Tidak sedikit generasi muda yang mulai melupakan makna dan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Anak-anak muda kini lebih mengenal drama Korea dibanding lima sila. Ini adalah tantangan kita bersama,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua dalam pidatonya.
Untuk itu, dalam rangka Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan menggelar berbagai kegiatan edukatif, mulai dari forum diskusi, lomba ilmiah, hingga aktivitas budaya untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda secara kontekstual dan menarik.
BTM ajak Kader PDIP untuk menguatkan Konsolidasi Rakyat di Papua. Semangat Pancasila digelorakan untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan yang berkeadilan.
“Mari kita rapatkan barisan, merangkul yang belum tersentuh. Konsolidasi tanpa batas demi mewujudkan Papua yang maju, mandiri, dan berbudaya,” tambahnya.
Calon Gubernur Papua ini menegaskan dengan kekuatan rakyat, maka Pancasila tetap kokoh, sesuai dengan subtema “Setialah Kepada Sumbermu”.
Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno tahun 2025 ini juga mengingatkan semua bahwa kekuatan sejati bangsa ini terletak pada rakyat dan semangat gotong royong.
“Kini, saatnya seluruh elemen bangsa—dari partai politik, lembaga negara, hingga rakyat jelata—bersatu memperkokoh ideologi Pancasila untuk mewujudkan Indonesia Raya yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya
SAV
























