Koreri.com, Biak – Dalam sebuah perjalanan sarat makna dan nilai budaya, Calon Wakil Gubernur Papua Constant Karma melakukan kunjungan selama sepekan di Kabupaten Biak Numfor.
Kunjungan ini bukan hanya bagian dari safari politik, melainkan juga momentum emosional untuk kembali menyatu dengan akar leluhur dan masyarakat kampung halamannya.
Putra asli Kampung Dwar, Biak Utara ini menyambangi tiga wilayah strategis yakni Biak Timur, Biak Utara, dan Biak Barat. Ia menjawab undangan masyarakat yang telah menantikan kehadirannya dengan penuh penghormatan dan harapan.
Didampingi istri tercinta Regina Rumbiak, Constant Karma tiba di Biak sejak Kamis pekan lalu.
Kehadiran keduanya disambut dengan penuh kehangatan dan ritual adat khas Biak, termasuk prosesi mansorandak (injak piring) serta pengalungan simbol adat, mempertegas kedekatan kultural dan emosional dengan masyarakat.
Agenda dimulai dari pertemuan bersama relawan empat distrik di Biak Timur.
Di sela-sela kegiatan politik, Constant juga meluangkan waktu untuk berjumpa keluarga dekat, termasuk “mama ade”, adik dari orang tuanya, dalam momen haru yang penuh kerinduan.

Sekembalinya dari Dwar, ia meresmikan Posko Koalisi Perjuangan Rakyat Laskar Teratai Biak Numfor, yang akan menjadi pusat gerakan pemenangan untuk pasangan Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK) dalam Pilkada Papua.
Kunjungan berlanjut ke Kampung Ipdi, Biak Timur, meski ritual adat munarah wampasi batal digelar karena kondisi laut, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Sore harinya, Constant kembali meresmikan Posko Bappilu PKN Biak Numfor, pusat pemenangan paslon nomor urut 1.
Minggu (8/6/2025), pasangan ini tiba di Kampung Karnindi, Biak Barat, untuk menghadiri ibadah di GKI Seneka dan acara barapen bersama warga.
Setelah ibadah, mereka kembali ke Dwar untuk memenuhi undangan makan siang adat, diawali lagi dengan prosesi barapen.
Hari terakhir kunjungan, Senin (9/6/2025), Constant kembali ke Bosnik, Biak Timur, untuk meresmikan Sekretariat Relawan Bar Wamuren, sebagai pusat koordinasi relawan BTM-CK menuju pemilu ulang Papua pada 6 Agustus mendatang.

Dukungan tak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari Dewan Adat Biak.
Salah satunya, Sekretaris Dewan Adat Biak, Adolof Baransano.
“Kami telah memberikan restu adat kepada Constant Karma. Beliau adalah anak Biak yang layak kami dukung. Dukungan ini bukan formalitas, tapi pengakuan kultur,” tegasnya.
Para Mananwir dan tokoh adat pun menyatakan komitmen untuk berdiri di barisan BTM-CK, melihat pada rekam jejak, integritas, dan semangat pengabdian keduanya.
Bagi Constant Karma, ini bukan sekadar kampanye.
“Ini perjalanan kembali ke akar. Dan dari akar inilah, pohon perubahan akan tumbuh,” ujarnya saat menerima gelar Mananwir.
Dengan restu adat dan dukungan tulus masyarakat, pasangan BTM-CK membawa pulang lebih dari sekadar dukungan politik. Bahkan mereka membawa doa, kepercayaan, dan semangat perubahan dari hati masyarakat Biak.
RLS





























