PLN-ESDM Papua Selatan Bersinergi Rencanakan Percepatan Pembangunan Kelistrikan

PLN ESDM Papua Selatan

Koreri.com, Merauke – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi (RE) dan rasio desa berlistrik (RDB) di Tanah Papua, salah satunya di Provinsi Papua Selatan.

Komitmen ini diperkuat melalui pertemuan antara General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, dengan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Selatan, Lambertus Fatruan, di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Merauke, Kamis (19/6/2025).

Selain membahas pemetaan daerah yang belum berlistrik, rencana pembuatan perjanjian kerja sama antara PLN dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga dibicarakan agar percepatan pembangunan sistem kelistrikan bisa segera diwujudkan.

Hal ini tentunya bertujuan untuk memberikan fasilitas kelistrikan yang layak pada wilayah yang belum terjangkau listrik.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Selatan, Lambertus Fatruan, menyambut baik jalinan sinergi yang dibangun PLN untuk mewujudkan pelayanan listrik ke seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan mendukung dan berkolaborasi tentunya dengan payung hukum yang kuat berupa penandatanganan perjanjian kerjasama.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan program kelistrikan ini. Perjanjian kerjasama yang akan segera ditandatangani ini akan menjadi payung hukum yang kuat bagi kita untuk bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan listrik.,” ujar Lambertus.

PLN ESDM Papua Selatan2Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menyampaikan bahwa saat ini listrik telah menjadi penggerak roda perekonomian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci agar energi listrik yang berkeadilan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, salah satunya pada Provinsi Papua Selatan.

“Untuk mencapai target tersebut, perencanaan peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik akan direalisasikan melalui pembangunan berbagai infrastruktur kelistrikan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL), dan program SuperSUN. Pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti PLTS menjadi prioritas untuk menjangkau daerah terpencil secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Diksi menambahkan saat ini dari total 690 desa yang sudah berlistrik di Provinsi Papua Selatan, 353 desa di antaranya diterangi oleh listrik PLN. Sementara sebanyak 245 desa bersumber dari listrik non-PLN dan 92 desa dengan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami berharap sinergi yang sudah dibangun ini dapat memberikan hasil yang baik tentunya untuk seluruh masyarakat. Kolaborasi ini akan menjadi kunci untuk memastikan seluruh masyarakat Papua Selatan dapat menikmati akses listrik yang merata,” pungkas Diksi.

RLS