as

Soroti Kenakalan Anak di Mimika, Wabup Kemong Ungkap Sejumlah Pemicunya

Wabup EK Koreri
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Wakil Bupati Emanuel Kemong, menyoroti maraknya kenakalan remaja dan anak di Kabupaten Mimika yang dipicu oleh kurangnya perhatian, baik dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial, serta faktor ekonomi yang semakin mempersulit kehidupan generasi muda.

“Kenakalan anak muda terjadi karena mereka tidak punya ruang untuk mengekspresikan emosi secara positif,” ungkapnya usai hadiri puncak Hari Anak Nasional di  Timika, Rabu (23/7/2025).

Ia menambahkan, visi dan misi Pemda di bawah kepemimpinan bersama Bupati  Johannes Rettob, salah satunya adalah membenahi kondisi anak-anak sejak usia dini. Pemkab Mimika terus mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), program makanan tambahan, serta mendukung program pemerintah pusat terkait makanan bergizi gratis bagi anak.

“Kita sudah petakan wilayah-wilayah dengan tingkat gizi buruk dan kemiskinan tinggi, terutama di pinggiran kota. Itu jadi fokus kami dalam menyalurkan bantuan pangan, seperti beras bagi masyarakat miskin,” ujarnya.

Kemong juga menyebutkan perlunya intervensi lebih lanjut dalam sektor pendidikan dan ketenagakerjaan. Pemerintah sedang mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk membuka peluang kerja bagi anak muda dan mereka yang putus sekolah.

“Banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena faktor biaya. Kita siap intervensi, bahkan subsidi pendidikan, terutama di wilayah pedalaman. Pemerintah harus hadir ketika orang tua tak mampu,” tegasnya.

Fenomena anak-anak yang meminta-minta di emperan toko, menurutnya, menjadi indikator serius bahwa banyak generasi muda Mimika terancam masa depannya. Kemong juga mengingatkan soal bahaya narkoba dan pengaruh lingkungan buruk seperti geng Aibon.

“Oleh karena itu, kita perlu berkolaborasi lintas sektor. Semua pemangku kepentingan harus duduk bersama mencari solusi. Ini masalah serius yang tak bisa dibiarkan,” pungkasnya.

EHO