Koreri.com, Jayapura – Minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua menjadi sorotan utama dalam segmen kelima Debat Publik Pilgub Papua, Rabu (30/7/2025), yang diselenggarakan KPU.
Kedua pasangan calon menyampaikan strategi berbeda dalam membangun Papua di tengah keterbatasan fiskal.
Paslon nomor urut 2, Matius Fakhiri–Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), mempertanyakan strategi Paslon 01, Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM-CK), menghadapi APBD yang rendah.
“Membangun Papua sekarang cukup rumit karena APBD sangat minim. Strategi konkret apa yang akan diterapkan, terutama yang berbasis kearifan lokal?” tanya Matius Fakhiri.
Menanggapi itu, BTM menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun.
“Bagi saya, membangun Papua itu tidak rumit. PAD dan APBD kecil? Bisa diatasi dengan kreativitas,” ujar BTM, disambut sorakan pendukung lawan.
BTM, mantan Kepala Dinas Pendapatan Jayapura, mengusulkan optimalisasi potensi daerah untuk meningkatkan PAD dan menargetkan kenaikan APBD hingga 15 persen. Ia menekankan pentingnya inovasi tanpa terus bergantung pada pusat.
Sebaliknya, Matius Fakhiri menilai intervensi pusat tetap krusial. Ia menawarkan strategi penguatan UMKM, hilirisasi SDA berbasis lokal, serta pembangunan pasar di 9 kabupaten/kota.
“Kalau APBD kurang, kita minta bantuan pusat. Kita juga fokus pada pelayanan dasar dan SDM unggul menuju Papua Emas 2045,” ujarnya.
Pasangannya, Aryoko Rumaropen, menambahkan bahwa kemandirian daerah penting, namun kolaborasi lintas level pemerintahan tetap tak bisa dihindari.
TIM




























