Koreri.com, Kasonaweja — Pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, situasi keamanan di Kabupaten Mamberamo Raya kembali mendapat sorotan.
Polres Mamberamo Raya memperketat penjagaan di Bandara Kasonaweja menyusul insiden pengusiran penumpang dari pesawat rute Sentani – Kasonaweja yang terjadi minggu (10/8/2025) kemarin.
Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Arifin dalam keterangan persnya di Kasonaweja, Senin (11/8/2025) mengatakan bahwa, langkah pengamanan ini diambil untuk memastikan keamanan bandara dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Pasca adanya insiden pengusiran penumpang di Bandara Kasonaweja kemarin yang menumpang pesawat Advent tujuan Sentani – Kasonaweja, kami melakukan pengetatan prosedur keamanan di Bandara Kasonaweja, termasuk pemeriksaan penumpang dan pengawasan area landasan. Semua ini demi keselamatan bersama,” ujarnya tenang.
Menurut Kapolres bahwa dirinya akan menurunkan 1 peleton Brimob BKO Polda Papua dan dibantu anggota Polres guna melakukan pengamanan di Bandara Kasonaweja hingga Pleno Rekapitulasi suara di tingkat KPU Kabupaten Mamberamo selesai.
“Mulai besok (Selasa, red) Brimob BKO Polda Papua sebanyak satu peleton akan menjaga area bandara Kasonaweja, agar pesawat yang akan landing dan take off tidak dihadang atau di palang oleh kelompok masyrakat manapun, karena ini fasilitas negara yang wajib diamankan,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (10/8/2025) kemarin, insiden keributan dan pengusiran penumpang terjadi di Bandara Kasonaweja yang dilakukan oleh massa pendukung Calon Gubernur Papua Nomor Urut 1, karena diduga pesawat yang ditumpangi dari Sentani tujuan Kasonaweja membawa tim utusan Calon Gubernur Papua nomor urut 2 ke Mamberamo
Raya untuk melakukan intevensi terhadap hasil PSU Pilgub untuk memenangkan salah satu calon tertentu.
Adapun penyebab pasti larangan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun diduga terkait dengan dinamika keamanan pasca PSU.
Sementara itu Ketua Dewan Adat Mamberamo Raya Alberd Bilasi mengakui insiden pengusiran penumpang dan pesawat di Bandara Kasonaweja oleh dirinya bersama masyarakat.
Karena dinilai sebagai pesawat siluman yang mengangkut dua penumpang dianggap utusan salah satu calon Gubernur Papua untuk datang Ke Mamberamo Raya guna mengitervensi hasil PSU Pilgub Mamberamo Raya.
“Saya sebagai Ketua Dewan Adat Mamberamo Raya bersama masyarakat semua kami perintahkan pesawatnya balik bersama dua penumpang karena ini pesawat siluman. Dalam arti, ada indikasi pesawat yang masuk ini ada ambil uang untuk memprovokasi masyarakat dan ingin merubah hasil PSU di Mamberamo Raya dan menguntungkan calon Gubernur tertentu ,” jelas Alberd Bilasi.
Dengan langkah pengamanan yang diperketat ini, Polres Mamberamo Raya memastikan operasional Bandara Kasonaweja dapat berjalan normal kembali, sambil terus menjaga stabilitas keamanan daerah pasca PSU hingga pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten selesai.
NAP
























