Kabid Kesmas Dinkes Ambon Akhirnya Minta Maaf ke Tim Juri  

dr. Yusda Tuharea
Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Ambon dr. Yusda Tuharea / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Ambon dr. Yusda Tuharea angkat bicara merespon pemberitaan  terkait  sikapnya terhadap Tim Penilaian Lomba Kebersihan OPD.

Ia mengaku tidak bermaksud mengabaikan tim yang hadir untuk menilai kebersihan di dinasnya saat itu.

Tuharea lantas menyampaikan permohonan maafnya pasca insiden tersebut.

“Sebagai ASN, sekaligus salah satu pejabat pada Dinas Kesehatan Kota Ambon, saya akan selalu mendukung program pembangunan dan pelayanan publik di daerah ini. Termasuk mendukung penuh semarak kegiatan menjelang HUT Kota ke 450 tahun,” ungkapnya mengawali klarifikasi.

Atas dinamika informasi di media sosial, Tuharea pun menyampaikan permohonan maaf kepada tim penilai atas keterbatasan komunikasi yang terjadi saat berkunjung ke Dinkes Kota Ambon.

“Jadi kronologis peristiwa yang terjadi yakni, sekitar pukul 12.00 WIT, saya bersama dr. Eka dan salah satu staf keluar dari ruangan dengan tujuan ke Toko Meter mencari bahan kain untuk membuat baju cele dalam rangka memeriahkan HUT Kota Ambon,” urainya kepada sejumlah awak media.

Dari ruangan lantai 2 ke tempat parker. dirinya melewati pintu kecil yang memisahkan Puskesmas Tiahahu dan kantor Dinkes Ambon.

“Disitu saya melihat ada banyak orang dan salah satunya saya kenal Ibu Liz Tuharea, saya menyapa ibu Lis dengan pertanyaan ‘bikin apa?’ dan beliau menjawab sedang melakukan penilaian kebersihan kantor,” terang dr. Yusda.

Mendengar jawaban tersebut, dirinya kaget dan spontan merespon itu.

“Aduh mati sudah, katong pung kantor seperti gudang karena banyak barang,” responnya.

Respon itu, menurut dr. Yusda, adalah reaksi spontannya atas situasi di dinas yang masih perlu dibenai.

“Jadi itu respons spontan kegelisahan saya sambil saya jalan menuju parkiran hendak  ke Toko Meter,  sehingga saya tidak mendampingi tim karena berpikir ada penugasan kepada yang lain  untuk mendampingi tim penilai,” klaimnya.

Atas situasi ini, dr Yusda mengaku secara pribadi telah berjumpa dengan ibu Sekretaris Kota Ambon di ruang Asisten III, Kamis (28/8/2025) dan menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan komunikasi saat itu.

“Saat itu, saya tidak mengetahui bahwa dalam tim penilai ada Ibu Sekretaris Kota,” tambahnya.

Untuk itu, dr. Yusda menegaskan bahwa situasi yang terjadi adalah karena keterbatasan komunikasi antara dirinya dengan tim penilai kebersihan.

“Dan sama sekali  tidak ada hubungan dengan kepentingan-kepentingan yang lain,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version