DPRP-MRPB Bentuk Pansus Tindaklanjuti Keluhan MBG di Papua Barat

Orgenes Wonggor Judson Ferdinandus Waprak
Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor, S.IP (kiri) dan Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak / Foto : KENN

Koreri.com, Manokwari – Kelompok Cipayung dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas BEM STIH Manokwari, BEM Universitas Muhammadiyah Papua Barat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manokwari menggelar aksi damai menyikapi dinamika yang terjadi di Indonesia saat ini.

Dalam aksi demo damai yang berlangsung di Lampu Merah Haji Bauw, Kabupaten Manokwari, Rabu (3/9/2025) itu, para mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan. Salah satu isu sentral nasional yang disorot yaitu makanan bergizi gratis (MBG) di Papua Barat.

Untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Papua Barat soal MBG bagi anak-anak sekolah, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) berkolaborasi dengan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) membentuk panitia khusus (Pansus).

Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor, S.IP mengatakan persoalan MBG ini sedang dikeluhkan beberapa pihak dan organisasi mahasiswa sehingga menjadi perhatian khusus kedua lembaga ini.

“DPRP bersama MRPB segera bentuk pansus untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan organisasi mahasiswa tersebut,” ucap Orgenes Wonggor saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai menerima aspirasi organisasi mahasiswa di Manokwari, Rabu (3/9/2025) siang.

Lebih lanjut dijelaskan Wonggor bahwa program pemerintah pusat tentang MBG menjadi sorotan karena tidak sesuai dengan kebutuhan generasi penerus anak bangsa di Provinsi Papua Barat.

“Menurut masyarakat makan bergizi ini ada campuran yang tidak sehat bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.

Politisi Golkar itu berharap, hadirnya program pemerintah pusat di daerah dapat memberikan dampak kepada masyarakat terutama makanan lokal mama-mama Papua.

Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Judson Ferdinandus Waprak menegaskan pansus yang dibentuk kedua lembaga ini akan mengawal semua aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui mahasiswa termasuk program pemerintah pusat yaitu MBG.

Dimana sangat berdampak kepada kesehatan anak-anak sekolah di daerah, hal ini menjadi perhatian semua pihak agar pelaksanaanya sesuai peruntukan.

Kedua pimpinan lembaga ini mengapresiasi aparat keamanan yang mengawal aksi demo damai di Kabupaten Manokwari berjalan damai, tertib dan lancar.

“Kepada semua ade-ade mahasiswa dan aparat keamanan untuk mari kita belajar dari hal ini jadikan Kota Manokwari dan Provinsi Papua Barat, mari kita mencintai tanah dan negeri ini demi menjadi lebih baik kedepan,” ajaknya.

Kegiatan aksi demo damai hari kedua di Kabupaten Manokwari berjalan tertib dan bermartabat berkat pengawalan aparat kepolisian Polda Papua Barat, Polresta Manokwari dan TNI.

KENN