Koreri.com, Tembagapura – PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga saat ini terus melakukan upaya penyelamatan terhadap tujuh pekerja yang terdampak insiden aliran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi perkiraan keberadaan karyawan.
Perwakilan keluarga dari karyawan yang terdampak telah berada di Timika dengan pendampingan dari perwakilan perusahaan dan Paguyuban Karyawan serta terus memperoleh pembaruan situasi secara berkala.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran upaya penyelamatan serta keselamatan seluruh tim yang bertugas di lapangan,” ajak Katri Krisnati selalu VP Corporate Communications PTFI dalam keterangan tertulisnya kepada Koreri.com, Minggu (14/9/2025).
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas yang terjun langsung mengawasi proses penyelamatan menegaskan komitmen pihaknya terhadap upaya penyelamatan tujuh pekerja.
“Saat ini saya berada di Tembagapura, Papua Tengah bersama dengan seluruh Direksi Senior Management untuk memberikan dukungan penuh, support terhadap upaya penyelamatan ketujuh karyawan warga besar Freeport yang terjebak dalam insiden longsor lumpur bijih yang turun dalam jumlah yang besar,” ungkapnya dalam video visual yang diterima Koreri.com, Kamis (11/9/2025) malam.
Wenas menegaskan fokus pihaknya adalah untuk penyelamatan dan keselamatan tujuh pekerja tersebut dan juga seluruh karyawan yang ada di area kerja setempat.
“Kami upayakan yang paling terbaik, seluruh daya upaya, energi dan sumber daya kami, kami fokuskan untuk penyelamatan ketujuh karyawan tersebut. Kami juga bekerja bersama dengan Inspektur tambang dari Kementerian ESDM, dari MIND ID dan juga Freeport McMoRan,” tegasnya.
Diakui Wenas, tantangannya adalah pada area terdampak tersebut material yang turun atau yang longsor itu jumlahnya jauh lebih banyak dari yang diperkirakan sehingga memerlukan penanganan ekstra dan waktu yang lebih lama. Dan juga, masih ada pergerakan-pergerakan dari lumpur bijih basah tersebut.
“Dan kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar supaya upaya penyelamatan kami ini dapat berhasil,” imbuhnya.
Wenas juga memastikan pihaknya akan mendatangkan keluarga dari karyawan yang terjebak tersebut ke area kerja PTFI untuk dapat bersama-sama melihat langsung proses evakuasi dan mendapatkan informasi yang terkini.
Pihaknya juga akan memberikan update secara berkala mengenai upaya penyelamatan yang terus dilakukan.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semuanya agar upaya penyelamatan ini dapat segera berhasil kita lakukan. Karena karyawan adalah asset utama kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati usaha kita semuanya untuk menyelamatkan ketujuh karyawan kami ini,” pintanya.
Sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan terjadi aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Senin (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT di Papua, Indonesia.
Insiden ini menutup akses ke area tertentu di tambang, membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja.
Lokasi para pekerja yang terjebak telah diketahui dan mereka diyakini aman. Kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.
Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak sedang dilakukan. Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman.
Operasi penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut.
PHB
