Koreri.com, Jayapura – Jelang pemilihan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Cenderawasih (Uncen) periode 2025 – 2029, dua kandidat unggulan memaparkan visi dan misi mereka dalam forum uji kelayakan yang digelar oleh Senat Fakultas, Senin (22/9/2025).
Agenda ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah baru bagi salah satu fakultas tertua di tanah Papua.
Rapat senat terbuka dipimpin langsung oleh Ketua Senat FH Uncen Martinus Solossa, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Rektor Uncen, Wakil Rektor IV, Ketua Komisi IV DPR Papua, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Papua, Ketua Ikatan Alumni FH Uncen, serta dosen dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Solossa menegaskan pentingnya menjaga marwah akademik melalui proses pemilihan yang demokratis dan bermartabat.
“Pemilihan ini bukan sekadar kompetisi jabatan, tapi bentuk pengabdian profesional demi kemajuan lembaga,” tegasnya.
Justus Pondayar : Fakultas Hukum Harus Jadi Agen Perubahan Berbasis Kearifan Lokal
Calon pertama Justus Pondayar, menekankan urgensi transformasi fakultas dengan mengusung pendekatan berbasis kearifan lokal yang tetap berdaya saing nasional dan global.
Ia menawarkan visi menjadikan Fakultas Hukum sebagai center of excellence Tridharma Perguruan Tinggi yang berakar di Papua, namun menatap dunia.
Program unggulannya antara lain:
Pembaruan kurikulum berbasis isu Papua,
Penguatan riset tematik dan publikasi ilmiah,
Percepatan pembukaan Prodi S2 Kenotariatan dan S3 Ilmu Hukum,
Pengembangan LKBH sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang aktif di akar rumput.
“Transformasi tak bisa ditunda. Kita perlu kampus yang berdampak, bukan hanya kampus yang ada,” ujar Pondayar.
Hotlan Samosir: Fakultas Hukum Harus Adaptif, Inovatif, dan Responsif
Sementara itu, calon kedua, Hotlan Samosir, mengusung visi menjadikan Fakultas Hukum sebagai pusat pendidikan hukum yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menitikberatkan pada pengembangan SDM, lingkungan kerja yang sehat, dan peningkatan kemitraan strategis lintas lembaga.
Samosir juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap dinamika hukum yang kompleks di Papua dan nasional. Menurutnya, lulusan Uncen harus memiliki kompetensi akademik sekaligus integritas tinggi dalam memperjuangkan keadilan.
“LKBH harus jadi garda depan dalam menyuarakan hak-hak masyarakat. Fakultas Hukum harus hadir untuk rakyat,” katanya.
Menanti Pemimpin Visioner FH Uncen
Dekan Fakultas Hukum saat ini, Frans Reumi, berharap proses pemilihan berjalan lancar dan melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara visi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen kampus.
“Ini bukan soal siapa yang menang. Ini soal bagaimana kita bersama membawa Fakultas Hukum menjadi lebih maju dan relevan,” pungkasnya.
SAV
























