Hari Pahlawan ke 80: Ketua BMP RI Ajak Pemuda Papua Jadi Pejuang Masa Kini

IMG 20251110 WA0025

Koreri.com, Jayapura – Dalam momentum Hari Pahlawan Nasional ke 80 tahun, Ketua DPP Barisan Merah Putih (BMP) RI Max Abner Ohee menyampaikan seruannya.

Ia menyerukan kepada generasi muda Papua untuk menyalakan kembali api perjuangan para pahlawan tetapi bukan dengan senjata, melainkan dengan melawan kebodohan, ketertinggalan, dan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua ini saat membuka diskusi kepemudaan bertema “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Pemuda dan Mahasiswa” di Asrama Putri Waropen, Waena, Kota Jayapura, Senin (10/11/2025).

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini dihadiri puluhan pemuda dan mahasiswa dari berbagai daerah di Papua, termasuk putra-putri Waropen, Pegubin, dan Yahukimo. Diskusi dipandu oleh Paul Ohee dan menghadirkan dua narasumber, yakni Gifli Buney (Sekretaris KNPI Papua sekaligus Ketua Pemuda Adat Saireri) dan Alex Noya (mantan Ketua GMKI Papua).

“Hari Pahlawan merupakan momentum untuk mensyukuri dan menghargai nilai-nilai perjuangan para pahlawan di masa lalu,” ujar Max usai membuka kegiatan tersebut.

Ia menekankan perjuangan para pahlawan harus diteruskan dalam bentuk perjuangan intelektual dan sosial.

“Dulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan fisik. Sekarang, perjuangan kita adalah melawan kebodohan, ketertinggalan, dan kemiskinan,” tekannya.

Max juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan yang besar.

“Kemerdekaan ini tidak datang dengan mudah. Ada darah dan air mata yang tertumpah. Karena itu, generasi muda harus menjadi pejuang masa kini yang meneladani semangat mereka,” ujarnya.

Selain itu, Max menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Pemuda harus tahu posisi dan tanggung jawabnya dalam kehidupan berbangsa. Itulah sebabnya diskusi seperti ini penting, agar mereka memahami nilai kebangsaan dan semangat persatuan,” pungkasnya.

RLS